Sopir tronton Nyambi Kurir Narkoba

21 September 2016 - 07:19:17 | 270 | BERITA DAERAH

DL/21092016/KALIANDA

---- Mentalnya goyah setekah mendengar hasil pekerjaan yang akan dia lakukan menghasilkan uang berlimpah hingga ratusan juta rupiah, seorang supir truk tronton, SP warga Desa Pante Kecamatan Peusang Kabupaten Bireun, Aceh, nekad nyambi jadi kurir narkotika, dengan tujuan Jakarta.

Nahasnya, boro-boro dapat upah, malah dirinya kini harus berhubungan dengan polisi dan bersiap-siap menjalani proses hokum yang akan membawanya menghuni hotel prodeo dalam waktu yang cukup lama.

SP terjaring pemeriksaan polisi saat melewati seaport interdiction pelabuhan penyeberangan Bakauheni, Kamis dinihari, 15 September 2016. Dari dalam mobilnya diamankan narkotika jenis Sabu dan Ekstasi senilai Rp.40,5 miliar. Bah.

Direktur Narkoba Polda Lampung Kombes Pol. Agustinus Berlianto Pangaribuan, saat gelar ekspos kasus di Mapolres Lampung Selatan, Selasa 20 September 2016 mengungkapkan bahwa tersangka RS adalah warga Aceh. Awalnya, tersangka ditelepon rekannya yakni Sa yang berada di daerah Percut, Medan, ditawari pekerjaan membawa narkoba.

Kemudian, tersangka menyetujui tawaran tersebut dan Sa memperkenalkan RS kepada E pemilik narkoba. “Pemilik narkotika menjanjikan upah Rp100 juta kepada RS dan disetujui. Kemudian RS ke Medan untuk menemui Sa di daerah Percut, Medan.” Katanya.

Setelah itu, Sa membawa RS ke daerah Tanjung Pura, Medan menemui E. Setelah bertemu dan sepakat, tersangka RS dan E memuat barang narkotika itu ke dalam tas dan koper.

Barang itu dibawa di atas kabin bagian depan kendaraan truk Fuso tronton Nopol B 9697 JK untuk membawa barang haram itu ke Jakarta. “Sebelum berangkat ke Jakarta, E menghubungi M (rekan E, red) untuk menemani dirinya bersama RS berangkat ke Jakarta mengantar narkotika itu,” jelasnya.

Namun setibanya di areal pemeriksaan Seaport Interdiction (SI) pintu masuk pelabuhan, Kamis 15 September 2016 sekitar pukul 05.20 WIB. Kendaraan yang dikemudikan RS, fuso tronton build up warna hijau dengan nomor polisi B 9697 JK diberhentikan petugas dan dilakukan pemeriksaan.

Alhasil, petugas menemukan Sabu seberat 13,7 kg yang dikemas dalam 14 plastik bening, dan 100 ribu butir ekstasi yang dikemas dalam 50 kantong plastik bening.

“Pada saat itu, RS, E, dan M turun dari kendaraan saat pemeriksaan. Saat diperiksa, petugas menemukan barang haram yang disimpan di atas kabin mobil. Disela pemeriksaan tersangka RS naik kembali, sedangkan E dan M masih dibawah di bagian depan mobil. Kemudian, petugas menanyai kepada RS barang haram dalam tas koper itu, lalu RS mengaku isi tas itu narkoba,” jelasnya.

“Tidak menunggu lama, petugas kami langsung mengamankan RS, disaat itu juga tersangka lainnya E dan M langsung melarikan diri yang saat itu suasana masih gelap, karena mereka memang masih dibawah bagian depan mobil,” katanya.

Lebih jauh dikatakannya, tersangka RS dijerat dengan pasal 112 ayat 2, pasal 114 ayat 2, pasal 132 ayat 1 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara seumur hidup sampai dengan pidana denda maksimum. (Hrs)