Ada Pungli Di SMPN 7 Metro

09 September 2016 - 09:59:39 | 378 | PENDIDIKAN

DL/09092016/Kota Metro

---- Ada pungutan liar (pungli) di SMPN 7 Metro? Ya, setidaknya ini ditengarai dari berbagai sumber dan kondisi di lapangan.

Dengan cara memotong gaji ke 13 dan 14 oleh oknum bendahara sekolah menengah pertama negeri (SMPN) 7 Metro, ini menjadi bahan pembicaraan dan dikeluhkan oleh beberapa guru di sekolah tersebut.

Kepada detiklampung.com salah seorang guru yang mohon untuk tidak ditulis identitasnya mengaku, bendahara sekolah selalu memotong gaji ke 13 dan 14 para dewan guru hingga ratusan ribu dengan alasan untuk pemerataan.

Tidak hanya itu, beberapa wali murid juga mempertanyakan uang infaq yang ditarik oleh pihak sekolah setiap hari Jumat, namun tidak jelas kegunaannya.

“Setiap kami menerima gaji 13 dan 14 selalu dipotong oleh bendahara gaji sekolah, alasannya untuk diberikan kepada guru lain atau tenaga honor yang tidak menerima gaji 13 dan 14,” akunya.

Saat detiklampung.com mengkonfirmasi hal ini kepada kepala SMPN 7 Metro, pada Rabu 7 September 2016  di ruang kerjanya, Joko Widodo mengaku, pemotongan gaji 13 dan 14 untuk pemerataan kepada guru atau tenaga honor yang tidak menerima gaji 13 dan 14.

“Iya mas, pemotongan itu hanya sekitar puluhan ribu saja tidak sampai ratusan ribu. Itu juga untuk operasional bendahara dan sebagian lagi diberikan kepada guru lain yang tidak menerima gaji 13 dan 14,” jelas Joko.

Saat ditanyakan masalah uang Infaq dari para siswa, Joko mengaku, setiap hari Jumat para siswa selalu mengumpulkan uang infaq dengan suka rela itupun dikelola oleh pengurus Mushola di sekolah tersebut. Setelah terkumpul uang tersebut digunakan untuk membeli peralatan dan kelengkapan ibadah.

“ Kalau uang Infaq dikelola oleh pengurus Mushola di sekolah kami, dan digunakan untuk membeli kelengkapan seperti kipas angin, pembuatan pagar Mushola dan lain-lain,” terangnya.

Sementara, kepala Dinas Pendidikan kebudayaan Pemuda dan olahraga (Kadisdikbudpora) kota Metro, Bangkit Haryo Utomo saat dikonfirmasi mengaku pihaknya tidak mengetahui jika ada pungutan atau pemotongan gaji 13 dan 14 di SMPN 7.

Dikatakan Bangkit, pihaknya akan menelusuri kebenaran kasus tersebut. Diakui Bangkit selama ini tidak ada dewan guru atau pihak lain yang melaporkan jika ada pemotongan gaji 13 dan 14 ke pihak Dinas.

“Kami akan telusuri kebenarannya, kami akan panggil kepala SMPN 7. Jika benar bendahara melakukan pemotongan, maka akan kami tindak dan berikan sangsi,” Tegas Bangkit. (Igun)