X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Adeham: Jelajah Krakatau Ekspos Kekayaan Alam

  • dibaca 725 kali

    DL/29082016/Pesawaran

    ---- Asisten Bidang Pembangunan Provinsi Lampung Adeham didampingi Kadis Parekraf Choiria Pandarita dan Kadis Kominfo Sumarju Saeni melepas peserta Jelajah Krakatau, Sabtu 27 Agustus 2016 di Pantai Sari Ringgung, Kabupaten Lampung Pesawaran.

    Dalam pengantar pelepasan Adeham mengharapkan dengan kegiatan Jelajah Krakatau ini para peserta tur dapat mengekpos keindahan pantai, pulau dan kekayaan alam bawah laut wilayah Provinsi Lampung khususnya keindahan langka anak gunung Krakatau yang berada di tengah lautan. Dengan demikian dapat menarik para wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

    Peserta tur menjelajahi anak gunung Krakatau diikuti oleh para wartawan baik lokal maupun nasional juga para blogger dengan menumpang kapal wisata milik Pemprov Lampung yang akan menempuh perjalanan sekitar 4 jam dari pantai Sari Ringgung sampai ke anak Gunung Krakatau yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan.

    Tidak ketinggalan sekitar 40 perahu nelayan turut meramaikan agenda Jelajah Krakatau dengan menghiasi perahu dengan berbagai umbul-umbul dan hiasan lainnya.

    Choiria Pandarita menjelaskan tentang Gunung Krakatau. Menurutnya Krakatau  adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatera yang termasuk dalam kawasan cagar alam. 

    Krakatau telah musnah karena meletus pada 26-27 Agustus 1883. Letusan itu sangat dahsyat, awan panas serta tsunami menewaskan sekitar 36 ribu jiwa.

    Konon suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, sekitar 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30 ribu kali bom atom di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia ke II.

    Setelah itu muncul gunung berapi di sekitar ledakan Gunung Krakatau sehingga diberi nama Anak Gunung Krakatau. “Anak Gunung Krakatau merupakan gunung berapi aktif sehingga lebar dan tingginya selalu bertambah pada setiap tahunnya. “Katanya. (IP)

     

  • Berita Terkait

  • MatahariMall Gaet UMKM di Lampung Lewat #JualOnlineAja

    Lain Kali, Memutuskan Sesuatu Harus Elegan

    Paku Banten Diimbau Dukungan Pembangunan Lampung

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar