Perlu Dicontoh, HUT RI-71 Diisi Silaturahmi Lintas Agama

21 Agustus 2016 - 19:42:27 | 2133 | BERITA DAERAH

DL/21082016/Waykanan

---- Kadang banyak yang lupa bahwa dalam memeringati hari besar yang dianggap sakral, seharus tidak lepas dari doa dan syukur kepada yang Maha Memberi, Allah Subhana Wataala. Doa menjadi sangat sentral, karena ini menjadi pokok keberhasilan perjuangan bangsa ini untuk Merdeka.

Di Way Kanan, memperingati HUT RI ke-71 diisi dengan menggeloralam semangat Bhineka Tunggal Ika dalam doa dan silaturahmi bersama lintas suku dan agama.

Ini terjadi atas prakarsa pengasuh Pondok Pesantren Majlis Darul Mustofa pimpinan Kiyai Haji Ayun beserta warga Kampung Suka Bumi Kecamatan Pakuan Ratu Kabupaten Way Kanan untuk mengadakan kegiatan doa dan silaturahmi dalam kebhinekaan lintas suku dan agama.

Kegiatan ini  digelar di halaman Majelis Darul Mustofa Desa Suka Bumi Pakuan Ratu Kecamatan Pakuan Ratu Way Kanan yang dihadiri oleh tokoh agama Islam, Hindu, Kristen Protestan, Katolik, Budha serta perwakilan jamaah masing-masing agama.

KH Ayun menegaskan bahwa digagasnya acara ini merupakan keinginan untuk memaknai hari Kemerdekaan negeri ini dengan aman, damai dan sejuk. “Maka kami mencoba mengadakan kegiatan ini di malam 17 Agustus 2016 agar lebih khusyu. Ini semua demi kenyamanan kita bersama, khususnya di Way Kanan. Bersatu dan rukun antar sesama itu jauh lebih baik,” katanya.

Dalam kesempatan ini dibacakan pula petikan kitab suci dari masing-masing agama. Kemeriahan bertambah dengan atraksi dari perwakilan masyarakat suku Bali yang menampilkan tarian penyambut tamu, Pencak Silat dari Padepokan Pagar Nusa serta nyayian dari jamaat Nasrani.

Kegiatan yang mengusung tema lintas agama dan suku ini pertama kali di Kabupaten Way Kanan. Warga berharap kegiatan ini dapat dijadikan agenda rutin tahunan pemerintah kabupaten Way Kanan dalam menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Usai acara, masing-masing tokoh agam menyampaikan kegembiraannya atas terselenggaranya acara ini, yang memberikan kesan kekerabatan, kesatuan yang nyata dan memberikan kenyamanan yang sesungguhnya.

Selain tokoh-tokoh agama dan masyarakat, juga hadir dari Kepolisian dan aparat pemerintahan yang lain. Ini membuktikan bahwa gagasan positif ini seyogyanya mendapatkan respon yang baik di masa datang. (HR)