Senator Andi : Wacana FDS Terbentur Sarpras

17 Agustus 2016 - 10:59:52 | 623 | PENDIDIKAN

DL/16082016/JAKARTA

---- Rencana Mendikbud menerapkan pola Full Day School (FDS) perlu diberi masukan yang realistis, agar tidak blunder di lapangan.

Secara umum, FDS dapat dilakukan dengan syarat, proses belajar mengajar yang mengarah pada Kurikulum Nasional Plus (ada plusnya, terutama ektrakurikuler), mutu guru yang baik spartan, dan sarana prasarana sekolah yang cukup (halaman yang cukup luas, tempat bermain yang asri, sarana ibadah seperti mushola/masjid, perpustakaan dan laboratorium yang memadai).

“Saya melihat yang siap melakukan FDS adalah sekolah-sekolah yang berdomisili di perkotaan yaitu Ibukota-ibukota Kabupaten maupun Provinsi, karena relatif lebih lengkap sarana dan prasarananya yang dibutuhkan sebagai penunjang FDS ini," kata Anggota DPD RI, Senator Andi Surya kepada detiklampung.com di Gedung Parlemen Indonesia, Senayan, Jakarta, Selasa 16 Agustus 2016.

Namun, sebagian besar sekolah-sekolah yang ada di Desa-desa, Kecamatan dan pingiran kota mungkin belum sepenuhnya dapat menerapkan FDS oleh karena minimnya sarana dan prasarana serta mutu guru.

“Belum lagi benturan budaya dan kebiasaan masyarakat pedesaan, yaitu anak-anak biasanya sepulang sekolah membantu orangtua di sawah dan kebun, mengarit untuk mencari makanan ternak atau pekerjaan lainnya,” tutur tokoh pendidikan Provinsi Lampung ini.

Oleh karenanya, perlu kebijakan prioritas, FDS lebih diwacanakan untuk sekolah-sekolah yang berada di perkotaan, dimana kebanyakan orangtua adalah bekerja di sektor formal (perkantoran) sehingga, pulang bekerja bisa langsung menjemput anaknya.

“Sementara, untuk sekolah-sekolah di Desa atau di luar perkotaan ada baiknya tidak menerapkan mode FDS. Biarkan saja seperti saat ini,” harapnya. ( R YA N)