Disiapkan Ambulan Antar Jemput Gratis

03 Agustus 2016 - 11:49:44 | 378 | KESEHATAN

DL/03082016/Bandar Lampung

----- Program sosial yang kini sedang digalang untuk kepentingan masyarakat umum di kota Bandarlampung adalah pelayanan antar jemput pasien dengan ambulan. Program ini dilaunching Herman HN,  Walikota Bandarlampung awal Agustus 2016, dan segera diberlakukan.

Program ini merupakan upaya untuk membantu masyarakat yang memerlukan pelayanan cepat dalam menangani kebutuhan kesehatan khususnya yang memerlukan angkutan cepat untuk dapat sampai di rumah sakit.

Menurut Walikota, progam ini memang baru diluncurkan namun sudah siap untuk dipergunakan oleh masyarakat Bandarlampung. Karena persyaratannya juga mudah.

Hanya menunjukkan KTP yang sesuai dengan Kartu Keluarga, semua bisa dilayani dan gratis. “ Program ini dibiayai APBD Kota Bandarlampung, dari dana program pelayanan Masyarakat (P2KM).” Ujar Herman.

Program ini khususnya untuk warga yang dalam kondisi darurat dan mendadak membutuhkan pertolongan medis, terutama lagi karena keterbatasan fisik maupun alat transportasi.

Misalnya pasien stroke, ibu hamil yang akan melahirkan, serta keluarga yang tidak memiliki mobil untuk membawa pasien ke Puskesmas terdekat atau rumah sakait.

Ambulan siap jemput antar pasien darurat ini merupakan langkah awal dalam pembentukan public safety center (PSC) dengan call center 119 sebagai sistem penanganan gawat darurat terpadu (SPGDT) gratis. Untuk warga masyarakat Kota Bandarlampung dengan menujukkan identitas saja, sudah bisa dilayani.

Warga cukup menghubungi call center No HP. 0822-7822-1400 saat membutuhkan ambulan. Maka call center akan mencatat nama penelpon, nama pasien, umur dan alamat lengkap pasien. Lalu pasien akan dijemput oleh Ambulan Puskesmas terdekat dan langsung diantar menuju arahan call center. “Jika dalam jam kerja diantarkan ke Puskesmas Rawat Jalan terdekat. Namun bila lebih dari jam kerja, maka akan di arahkan ke Puskesmas Rawat Inap yamg terdekat,” ujarnya.

Namun karena saat ini masih dalam keterbatasan anggaran dan personil, maka Pemkot belum bisa maksimal. “Ya sambil berbenahlah,” Kata Herman.
Kemungkinan pengelolaannya nanti akan diserahkan ke Dinas Kesehatan atau Perhubungan. “Mana yang relevan, nanti akan kami bicarakan siapa yang akan menjadi domain program ini,” ungkapnya. (zai)