TNWK Resmi Jadi ASEAN Heritage Parks

27 Juli 2016 - 21:33:04 | 821 | BERITA DAERAH

DL/27072016/Lampung Timur

---- Taman Nasional Way Kambas (TNWK) resmi ditetapkan menjadi salah satu bagian warisan ASEAN Heritage Parks, piagam penetapan TNWK secara langsung diberikan oleh Director Asean Centre Biodiversity, Att Y Roberto D. Oliva kepada Dirjen Konservasi SDA dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Tahchir Fathoni, Rabu 27 Juli 2016 langsung di pusat perlindungan Badak Sumatera, Taman Nasional Way Kambas Lampung Timur.

Dalam pengantarnya Dirjen Konservasi SDA dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Tahchir Fathoni mengatakan bahwa Indonesia khususnya Way Kambas di Lampung ini telah dinyatakan layak untuk ditetapkan sebagai Asean Heritage Park ke-36.

Penetapan ini telah lolos uji dari para ahli seluruh negara-negara Asean menjadi warisan bangsa-bangsa Asean karena memiliki Outstanding of Value yaitu berupa Biodiveritas yang endemik ada Gajah, Badak, Tapir, Harimau Sumatera dan masih banyak lainnya, ini kemudian diakui menjadi kawasan yang sangat unggul dan memiliki nilai tersendiri dari kacamata para ahli yang sudah memberikan penilaian.

Tahchir menambahkan bahwa setelah Way Kambas ini ditetapkan menjadi salah satu Asean Heritage Park, maka Way Kambas bukan hanya milik dari masyarakat Lampung dan Indonesia saja, tetapi telah menjadi milik masyarakat di negara-negara di ASEAN.

Dengan kondisi tersebut nantinya akan membawa keuntungan tersendiri bagi Way Kambas dimana secara otomatis akan adanya publikasi secara massive tentang Way Kambas.

Hal tersebut akan berdampak dengan bertambahnya masyarakat Internasional yang terdorong untuk berkunjung. Hal inilah yang akan membawa keuntungan lebih bagi Indonesia khususnya Lampung.

Dalam kesempatannya Wakil Gubernur Lampung, Bachtiar Basri mengatakan bahwa pengelolaan konservasi, tidak lepas dari aspek pemanfaatan, salah satunya adalah pengembangan ekowisata yang berwawasan lingkungan dan kelestarian alam.

“Kami sangat mendukung pengembangan ekowisata Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dengan menjadikan TNWK sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Provinsi Lampung.” Katanya.

TNWK, memiliki banyak objek wisata alam seperti Pusat Konservasi Gajah (PKG), Resort Way Kanan, Resort Way Bungur, Resort Kuala Kambas dan Plang Ijo.

Ekowisata yang berbasis lingkungan ini diharapkan dapat berdampak positif terhadap kawasan hutan dan lingkungan karena dapat mendatangkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Bachtiar mengatakan penetapan TNWK sebagai kawasan ASEAN Heritage Park yang ke-36 atau yang ke-4 di Indonesia setelah Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Lorentz menjadi suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Provinsi Lampung.

Ditetapkannya Taman Nasional di Provinsi Lampung sebagai Heritage Site menunjukkan bahwa Provinsi Lampung kaya akan keanekaragaman hayati yang harus dipertahankan dan dilestarikan keberadaannya. Hal ini tentu akan menjadi komitmen kami bersama dengan AHP Committee untuk terus memelihara proses ekologis dan sistem pendukung kehidupan, melestarikan keragaman genetik, memastikan berkelanjutan pemanfaatan spesies dan ekosistem secara berkelanjutan, serta menjaga keindahan alam, budaya, pendidikan, penelitian, rekreasi dan pariwisata di TNWK.

Dalam acara yang dihadiri delegasi dari negara-negara Asean, juga Wakapolda Lampung Kombes. Bonafius Tanpoi, Wakil Bupati Lampung Timur Zaiful Bukhori, serta para pejabat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dan para pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Selain penyerahan sertifikat penetapan TNWK sebagai Asean Heritage Park, rombongan delegasi juga berkesempatan melakukan kunjungan lapangan ke pusat konservasi Badak Sumatera yang baru lahir bulan Mei lalu, yang telah diberikan nama langsung oleh Presiden Jokowi dengan nama Delilah, serta berkesempatan juga berkunjung ke Rumah Sakit Gajah dan melakukan pelepasan burung elang serta sejumlah burung yang menjadi satwa endemik TNWK. (ref)