Rumah Pohon di Tahura Mulai Memikat Pengunjung

05 Juli 2016 - 00:28:31 | 1809 | PARIWISATA

DL/04072016/Bandarlampung

----- Siapa yang tak tertarik jika mendengar ada Rumah Pohon. Penasarannya, bagaiaman bentuk rumah pohon itu, lalu ada apa di rumah pohon.

Penasaran ratusan pelancong lokal di Bandarlampung memang tak henti-hentinya yang akhirnya mendatangi lokasi Rumah Pohon yang tepatnya berada di sisi Taman Hutan Raya Wan Abdurrahman di Desa Sumber Agung, Kemiling, Bandarlampung, tak jauh dari lokasi penangkaran Rusa.

Destinasi baru wisata Bandarlampung ini mendadak menjadi pilihan anak-anak muda kota Tapis Berseri ini, yang setiap hari tak kurang 50-100 pelancong yang menaiki Rumah Pohon itu.

Lokasinya memang masih apa adanya, di hamparan hutan kawasan seluas lebih kurang 1 hektar. Di sana ada dua pohon besar yang dikreasi menjadi rumah Pohon, jarak satu dengan yang lainnya sekitar 15 meter, sehingga merupakan spot bagus untuk mengabadikan masing-masing rumah pohon.

Menurut Nadi Saputra, seorang pemuda yang diberikan tugas menjaga lokasi Rumah Pohon tersebut, bahwa hadirnya Rumah Pohon ini memang menjadi daya tarik dan memberikan sensasi tersendiri dalam wisata alam.

Para pelancong yang tidak takut pada ketinggian bisa menaiki tangga pada Rumah Pohon tersebut dan setelah diatas pohon yang diperkirakan 4 sampai 5 meter itu dapat menikmati indahnya ciptaan Allah Subhana Wataala.

Hamparan pemandangan yang luar biasa, sejauh mata memandang dapat dinikmati pemandangan pegunungan, lembah dan tembus pada hamparan laut di daerah Teluk Lampung. Luar biasa.

“Pemandangan paling indah dari atas atau Rumah Pohon itu memang pada jam-jam tertentu. Meskipun secara keseluruhan terlihat bagus. Tergantung cuaca juga sich,” kata Nadi Saputra, kepada Citra ramadhanti dari detiklampung.com.

Ada sesuatu yang berbeda melihat pemandangan dari atas Rumah Pohon itu. Meskipun julukan rumah di pohon itu sebenarnya belum tepat, karena belum dilengkapi dengan atap, namun sensasinya sudah cukup baik.

Salah seorang pengujung yang berada di Rumah Pohon, Adi, mengatakan baru sekali ini bisa melihat pemandangan yang luar biasa indahnya. Padahal situasinya belum ideal, karena saat itu sedang panas terik. “Kayaknya emang iya, enaknya pagi antara jam 6 sampai jam 8. Atau kalo sore ya jam 4 ke atas lah,” katanya.

Adi yang datang bersama teman-temannya bisa bercengkerama di atas Rumah Pohon. Bahkan di atas Rumah Pohon itu bisa menampung hingga 6 orang dengan berat badan tak lebih dari 60-an kilogram.

Di atas, mereka bisa bercanda, tertawa bahkan menyanyi. “Yang penting menjaga keamanan masing-masing, soalnya itu kan berada di ketinggian, jadi yang tidak boleh sembrono. Kami selalu mengingatkan itu kepada setiap pengunjung. Apalagi kalau sudah mulai Selfi-selfi, saya suka teriakkan jangan terlalu minggir,” tambah Nadi.

Menurut Nadi, kalau pukul 5 hingga 6 pagi, dari rumah pohon itu bisa menikmati Sunrise. “Memang kalau cuacanya bagus, kita bisa lihat tuh Matahari mulai bangun. Asal jangan mendung.” Ujarnya.

Namun demikian, mayoritas para pelancong lokal itu datang ke lokasi Rumah Pohon, pada pukul 13 keatas. Karena memang selama ini, pengunjungnya mayoritas anak-anak sekolah, mahasiswa dan pemuda-pemuda berpasangan.

Lokasi ini baru soft launching 2 bulan lalu, sehingga belum dipublikasikan secara luas. “Ya memang masih ujicoba dua bulan lalu. Namun setiap hari sudah cukup lumayan yang berkunjung. Memang kami belum tetapkan tarifnya. Masih sesuka yang melancong lah. Namun rencananya memang akan digarap secara baik dan proporsional,” ujar penjaga itu.

Tempat ini memang tidak dibuka hingga sore hari, dibatasi pukul 15.00 wib, sambil melihat situasinya. “Kalau sore kami tutup. Sebab resikonya besar, selain licin dan mulai gelap, juga resiko keamanan lainnya. Maka dari itu sementara masih terbatas,” ujar Nadi. (Citra)

foto. Sapto Yulianto