Ridho: Ini Momentum Kebangkitan Sastra

30 Juni 2016 - 13:55:24 | 1755 | SENI & BUDAYA

DL/30062016/Jakarta

---- Selain menyajikan hasil kerja para seniman dan para sastrawan, forum ini juga harus menjadi ajang berdialog khususnya antara pihak-pihak terkait dengan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Demikian diungkapkan Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo ketika menghadiri Kerja Sastra dari Tubaba, Sabtu Malam (25/6) di Go The Institute Jl. Dr. Samratulangi Menteng Jakarta Pusat.

Dia sangat menghargai kerja keras para sastrawan dan seniman Nusantara yang telah memberikan andil besar dalam membangun Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat, terutama kaitannya dengan pembangunan di bidang kesenian dan kebudayaan.

Kegiatan ini digagas oleh Pemerintah Kabupaten Tubaba dan Studio Hanafi. Acara juga dihadiri Duta Besar Belgia untuk Indonesia Patrick Herman.

Gubernur mengharapkan

“Semoga menjadi awal dari kebangkitan peradaban masyarakat daerah Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung. Ini merupakan suatu kebanggaan sekaligus momentum untuk meningkatkan semangat dan motivasi, khususnya bagi Provinsi Lampung untuk terus dan mendorong tumbuhnya proses pendidikan di bidang seni dan budaya,” ujar Gubernur.

Bupati Tulang Bawang Barat, Umar Achmad dalam kesempatan itu juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak, baik dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Pemerintah DKI, maupun dari pihak-pihak yang berkepentingan lainnya secara Khusus kepada Pemerintah Provinsi Lampung dan Sastrawan Nusantara yaitu Nukila Amal dan kawan-kawan.

Ada 9 penulis Kerja Sastra dari Tubaba yaitu: Nukila Akmal dengan karya 2 esai perjalanan (Kabupaten Muda Itu dan Tubaba Sekelumit), Iswadi Pratama dengan karya 5 Puisi dan 1 Naskah Drama (Sebuah Peran, Fiksi untuk Wanggai, Ratu Yang Sendiri, Tersebab Sunyi, Libretto yang tak dimainkan, Judul Naskah Drama : Reminding Stories #4.

A.S Laksana karya: 1 Esai dan 1 Cerpen 4 judul Esai : Tubaba, dari NoI. Judul Cerpen: Perempuan yang Disingkirkan. Yusi Avianto Pareanom karya: 2 cerpen Judul Cerpen: Ia Pernah Membayangkan Ayahnya adalah Hengky Tomando dan Tiga Kematian dan Satu Penobatan.

Afrizal Malna Karya : 1 cerpen dan 5 Puisi. Judui Puisi Kartografi: Arsip Dalam Lapisan Bawang, Ladang Yang Dipindahkan Ke Atas Kertas, Koper yang tak bisa ditutup.

Banyak karya hasil dari Kerja Sastra lainnya yang dibuat oleh Dea Anugrah, Langgeng Prima Anggradinata, Esha Tegar Putra, Dewi Kariharisma Michellia.

Kemudian acara tersebut dilanjutkan dengan Peluncuran Buku Tubaba Kerja Sastra Dari Tulang Bawang Barat. Penampilan Musik Q Ensamble, Pembacaan Puisi, Pembacaan Cerpen, serta Diskusi tentang gagasan untuk membumikan kembali Sastra-sastra Indonesia, dan mempopulerkan Cerita Raden Jambat yang merupakan hasil karya Sastrawan Lampung yang telah berusia ratusan tahun. (Ref)