DisdikBud Provinsi tetapkan 10 Sekolah Rujukan

28 Juni 2016 - 23:55:46 | 1072 | PENDIDIKAN

DL/28062016/BandarLampug

---- Guna percepatan mutu pendidikan Provinsi Lampung, segera dilakukan program sekolah rujukan yang akan melibatkan sekolah di beberapa kabupaten dan kota di seluruh kawasan Bumi Ruwa Jurai ini.

Maka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung akan menetapkan sebanyak 10 sekolah rujukan terdiri dari SMA dan SMK.
Ini ditegaskan oleh Kabid Dikmen Disdikbud Lampung, Teguh Irianto kepada media di ruang kerjanya, Selasa 28 Juni 2016. Ada lima kabupaten yang ditunjuk menjadi sekolah rujukan yakni Lampung Selatan, Lampung Tengah, Bandar Lampung, Pringsewu dan Metro.

“Ini juga diusulkan ke Direktorat SMA/SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jadi kita tetapkan mana sekolah yang sudah ada, bukan membangun unit sekolah baru untuk rujukan,” kata Teguh kepada awak media di ruang kerjanya.

Penunjukan sekolah rujukan juga melibatkan konsultan pendidikan independen. “Kita tidak asal tunjuk karena melibatkan konsultan pendidikan dan terdapat kriterianya. Sekolah terakreditasi A, komitmen kepala sekolah dan guru dalam program ini, sisi sarana dan prasarana yang mencukupi juga menjadi peran penting,” bebernya.

Teguh menerangkan 10 sekolah sudah ditetapkan dan tinggal dilakukan penetapan yang mengacu pada pembuatan SK. Disdikbud juga sudah ada ranking sekolahnya. Untuk pelaksanaan, akan dimulai pada tahun ajaran baru 2016/2017.

Dimana sekolah rujukan tersebut untuk Bandar Lampung ada SMKN 7 Bandar Lampung, SMK 2 Mei dan SMAN 2 Bandar Lampung. “Itu bocorannya, kita tinggal SK-kan saja nanti bisa SK dari Gubernur ataupun pak Kadis,” imbuhnya.

Kasi SMA Disdikbud, Joko Santoso, menambahkan nantinya juga setiap daerah memiliki sekolah rujukan sesuai dengan topografi dan kondisi daerahnya. Sehingga lulusan yang dihasilkan bisa lebih unggul, dan khusus lulusan SMK bisa siap kerja. Tetapi karena ini baru tahap awal, maka hanya 5 daerah yang diberlakukan.

“Ini kan tahun pertama, jadi kita pilih 5 daerah. Tahun depan kita targetkan setiap daerah sudah memiliki sekolah rujukan,” kata Joko.
Program ini, akan terus dipantau perkembangannya. Dengan program ini, Joko berharap sekolah lainnya bisa mencontoh sekolah rujukan dalam mencapai 8 standar pendidikan. “Kita akan pantau terus. Kita juga lakukan e-monev juga dalam pelaksanaannya,” ujarnya. (Zai)