Diskusi Publik Sikapi Rencana Penutupan SMKN 9

24 Juni 2016 - 16:46:25 | 864 | PENDIDIKAN

DL/23062016/Bandarlampung

---- Rencana penutupan SMKN 9 Bandarlampung oleh pemerintah Kota Bandarlampung dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Bandarlampung banyak mendapat reaksi dari masyarakat Bandarlampung. Ditengah dunia pendidikan memerlukan perhatian serius dari pemerintah, kini malah ada rencana penutupan SMKN 9 dan mengganti dengan SMP, dengan berbagai alasan yang dinilai sarat kepentingan tertentu.

Publik akhirnya menggeliat atas kemauan keras Dinas Pendidikan Bandarlampung itu. Maka digagas oleh Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) bekerjasama Laskar Perempuan Mandiri (Laspri) diskusi publik yang rencananya digelar Minggu, 26 Juni 2016, di kafe Dawiel Jl. Kartini Bandarlampung.

Melalui rilisnya, Laspri melalui Novelia Yulistin Sanggem mengatakan diskusi ini akan dimulai pukul 3 sore. “Diskusi ini kami beri tema, Haruskah SMKN 9 Ditutup? Memang dirancang mulai jam 3 sore, karena kami akan melanjutkannya dengan berbuka puasa bersama,” katanya.

Dalam rancangannya, akan bertindak sebagai moderator, Juniardi dengan sederet narasumber yang diundang, sebagai berikut:

1.Khaidir Bujung, S.Ag. (Wakil Ketua Komisi V DPRD Lampung),
2. Syarif Hidayat (Ketua Komisi IV DPRD BandarLampung).
3. Drs. Heri Suliyanto, MM (Kadis Pendidikan Prov Lampung).
4. Suhendar Zuber (Kadis Pendidikan Kota Bandarlampung).
5. Yusdianto Alam, SH.MH ( ahli Hukum Unila).
6. Ahmad Nur Hidayat (Presiden BEM Unila),
7. Badri (Ketua DPW SPRI Lampung).
8. Novelia Yulistin Sanggem (Ketua DPW Laspri Lampung).
9. Nurdin (Ketua Komite SMKN 9).
10. Jose Alpane (Ketua Osis SMKN 9)

Tentang apa yang ingin diluruskan dalam diskusi ini Novel mengatakan bahwa pada dasarnya harus dijelaskan dengan alas an yang masuk akal, kenapa SMKN 9 tiba-tiba harus ditutup. “Kenapa baru sekarang, setelah adanya perubahan peraturan perundangan tentang pengelolaan sekolah menengah atas ke Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, yang sebelumnya di kabupaten / kota. Ada apa sebenarnya,” kata Novel. (R-01)