SABS Donasikan Nea Siswa Rp2 M Untuk Lampung

07 Juni 2016 - 14:47:54 | 895 | PENDIDIKAN

DL/07062016/Jakarta

---- Hari Puasa Pertama Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo tetap semangat bekerja yakni pada hari Senin, 6 Juni 2016, bersilaturahmi dengan Duta Besar Federasi Rusia Mr. Mikhail Galuzin di Jakarta.

Salah satu hasil pertemuannya Pemerintah Provinsi Lampung diundang dalam ajang Moscow International Tourism Exhibition mendatang. 
Pada hari yang sama Gubernur juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU), dengan

Sampoerna Academy Boarding School (SABS) di Jakarta. Tentang Beasiswa dengan nilai total Donasi Rp.2 MilIar. Donasi tersebut sebesar Rp.100 juta per-siswa setiap tahun atau Rp. 500 juta per-siswa selama 5 tahun pendidikan Fastrack USA.

Disampaikan oleh Senior Direktur Elan Merdy, Sampoerna Foundation saat ini sedang menyeleksi 8 siswa terpilih (6 Siswa dari Kota Bandar Lampung, 2 Siswa dari Kota Metro). Dari 8 siswa tersebut akan terpilih 4 Siswa.

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo dan Sampoerna Foundation melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), di Jakarta. MoU  guna menyamakan persepsi dan pengertian akan kerjasama mengenai Fastrack USA dan School Development Outreach

Kerjasama dalam bentuk penyediaan dana pendamping (Donasi) sebesar Rp2 Miliar untuk siswa berprestasi di Lampung.

Selain menandatangani MoU, Gubernur Lampung juga menerima laporan dari Bambang Irianto (Senior Konsultan PSF - SDO), tentang rencana Sampoerna Foundation untuk membangun SMA/SLTA di Lampung.

Konsultan mulai melaksanakan kegiatan dari Desain Bangunan (Kelas, Asrama, Ruang Guru, Ruang Makan, Tempat Ibadah dan lainnya). “Untuk  Rekruitmen guru, pelatihan guru serta penyelesaian bangunan fisik hingga Operasional saya harap dapat selesai  2 Tahun,” ujar Gubernur.

Sampoerna juga berniat untuk mengembangkan energi terbarukan untuk mengatasi krisis listrik. Salah satu potensi yang dimiliki oleh Provinsi Lampung yaitu pohon bambu yang melimpah di Kabupaten Pringsewu. “Begitu banyak potensi bambu yang bisa dijadikan kerajinan, juga bisa dimanfaatkan untuk energi listrik,” kata Head Of PSF-SDO Sampoerna Foundation Gusman Yahya kepada Gubernur Lampung.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Lampung didampingi Staf Ahli Bidang. Ekonomi dan Keuangan Budiharto, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Adeham, Kepala BAPPEDA Taufik Hidayat, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Herry Suliyanto, Kadis Bina Marga Budi Darmawan dan lainnya. (fer)