Lucu, Petugas PDAM Kembalikan Uang Karena Diprotes

26 Mei 2016 - 18:13:02 | 965 | BERITA DAERAH

DL/26052016/Liwa

---- Proses penagihan air bersih PDAM Limau Kunci cabang Batubrak Lampung Barat, menambah kecurigaan warga atas dugaan bermain-main dengan tagihan untuk warga.

Pasalnya sudah ada kejadian yang membuat warga mengendus ada ketidak beresan dari oknum petugas PDAM itu. Salah satu contohnya adalah seorang warga yang menerima nota tagihan Rp80 ribu, kemudian dia protes karena tidak sesuai dengan meteran yang sudah berjalan.

Namun akhirnya petugas mengembalikan uang warga itu sebesar Rp30 ribu dengan permintaan agar tidak bercerita kepada siapapun. “ Ya uang kami dipulangin Rp30 ribu, tapi gak boleh ngomong sama warga lain. Jadi akhirnya hanya bayar Rp50 ribu aja, karena memang tak sesuai dengan meterannya,” ujarnya kepada detiklampung.com, Selasa 24 Mei 2016.

Indikasi kecurangan makin jelas, karena disinyalir sudah berlangsung di beberapa Pekan dan beberapa bulan terakhir dilakukan oleh oknum petugas PDAM setempat.

Kacau Dengan Petugas Baru

Warga memilih untuk mengajukan penggantian petugas penagihan saat ini. “Sejak dia yang tugas malah kacau. Kalau dulua sebelum dia ini, kami gak pernah bayar sampai lebih dari Rp20 ribu sebulan. Bahkan kalau ada kerusakan cepet tanggapannya. Ini kan tidak, hari ini air hidup besok dia datang nagih setelah itu besoknya air mati lagi selama berbulan bulan. Kami tidak keberatan membayar jika sesuai dengan pemakaian karena itu memang kewajiban. Tapi jika airnya tidak pernah mengalir dalam sebulan lalu apa yang kami bayar??” Ungkap warga.

Salah seorang sumber di Pekon Kota Besi pengguna air PDAM  juga membenarkan bahwa air jarang mengalir. Terkadang sampai berhari-hari. Belum lagi kualitas air yang sangat buruk. Kondisi seperti ini bahkan sudah dirasakan sejak berapa tahun yang lalu, namun hingga kini masih saja terulang bahkan kian memburuk.

Ditambahkan sumber yang namanya enggan ditulis, bahwa warga bingung kenapa kualitas air PDAM hingga kini tak kunjung membaik. “Padahal kami selalu melakukan pembayaran setiap bulan, tetapi masih saja sering tidak mengalir dan parahnya petugas tidak pernah benar-benar memeriksa dari rumah ke rumah melainkan hanya  mengira-ngira pemakaian.” Katanya.

Warga berharap kepada pihak terkait agar dapat mencarikan solusi agar bisa mendapatkan air yang berkualitas dan sering tidak mengalir. “Karena bagaimanapun air adalah salah satu kebutuhan pokok hidup dan menyangkut masyarakat banyak,” ujarnya.

Sahrial selaku Kepala tehnik PDAM tidak menampik jika kualitas air memang kurang bagus karena untuk saat ini memang masih dalam proses pembenahan. Rencananya air induk yang di Sukabumi akan di pindahkan ke tempat yang lebih tinggi sekitar jarak 1 km dari tempat penampungan yang sekarang, “Mudah-mudahan dengan dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi bisa mengurangi pencemaran.” Ungkap Sahrial.

Terkait meteran dan pembayaran, Syahrial berjanji akan segera pelajari. “Dan jika terbukti ada kecurangan petugasnya, mungkin akan kita beri sangsi bagi petugas yang nakal,” Ujarnya.

Sementara itu, Direktur PDAM, Pistorik saat dikonfirmasi terkait keluhan masyarakat tersebut, yang bersangkutan tidak ada di ruang kerja. “Bapak sedang keluar,” ujar staf nya. (Ton)