Gawat, Diduga Sekolah Utang Ke Rentenir

14 Mei 2016 - 13:50:20 | 1269 | PENDIDIKAN

DL/14052016/Bandarlampung

--- Seperti api dalam sekam. Gawat, itu adalah kata yang paling tepat jika benar kondisi ini terjadi. Dunia sekolah terutama sekolah menenagh atas mulai mengenaskan dari sisi keuangan. Bahkan ada dugaan beberapa sekolah harus berhutang kepada rentenir untuk menutupi biaya sekolah.

Para kepala sekolah pun kelimpungan untuk menutupi dana operasional itu. Beberapa sumber yang wanti-wanti jangan disebutkan jadi dirinya, mengungkapkan bahwa data ini riil. “Kami ini posisinya lemah, sehingga untuk buka-bukaan kami tetap kalah,” katanya.

Mereka mengaku sudah menandatangani rapelan sertifikasi 2015 pada bulan Maret 2016, tetapi sampai saat ini tak ada kejelasannya. “Posisi ini yang kami bilang lemah. Kami sudah tanda tangan untuk pengajuan pencairan rapelan 2015, tapi sampai sekarang nol,” tambahnya.

Lalu ditambah lagi dana siswa bina lingkungan (Biling) 12 bulan lalu baru realisasi 3 bulan saja. “Biling ini kan seperti dipaksakan sampai 75 persen. Jadi sudah bisa dibayangkan berapa besar biaya yang harus ditomboki sekolah selama ini. Salahnya dimana kami tidak tahu. Tapi kalau diam-diam seperti ini terus maka dunia pendidikan kita ini akan meledak,” tuturnya.

Maka dari itu, harus ada kebijakan nyata untuk menyelesaikan persoalan yang kita menghimpit sekolah-sekolah saat ini.

Sementara wartawan detiklampung.com belum dapat melakukan konfirmasi beberapa pihak terkait di Dinas Pendidikan Kota Bandarlampung, karena telepon selulernya tidak aktif. (zai)