Ridho: Rumah Sakit Harus Kokoh

13 Mei 2016 - 20:43:49 | 2538 | KESEHATAN

DL/13052016/Bandarlampung

----- Gubernur Lampung Ridho Ficardo melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Administrasi dan Pelayanan Rumah Sakit Umum Abdoel Moeloek (RSUDAM),  Kamis pagi 12 Mei 2016 di Komplek RSUDAM, Bandar Lampung.

Ridho berharap pembangunan gedung rumah sakit harus kuat dan terjamin kokoh, karena Rumah Sakit Umum adalah ibarat benteng dari kesehatan di Provinsi Lampung.

“Rumah sakit harus bisa menjadi benteng kesehatan. Kata benteng mempunyai arti kiasan, selain benteng dalam arti sebagai pusat pengobatan, berarti juga mempunyai bangunan yang kokoh layaknya benteng. Sehingga bila ada bencana RSUDAM harus berdiri kokoh diantara bangunan lainnya. Karna disinilah harapan bila ada kejadian-kejadian yang tak diinginkan. Kantor Gubernur boleh roboh, Bank-bank boleh roboh tapi Rumah Sakit ini harus tetap berdiri kokoh.” Kata Ridho.

Untuk itu Ia harapkan jalannya pembangunan gedung Rumah Sakit ini selain harus cepat, namun juga harus dibangun dengan baik. Harus diperhatikan segala aspek, karena Rumah Sakit Umum adalah salah satu wajah Pemerintahan.

Gubernur juga mengingatkan dengan semakin pesatnya wisata, serta semakin terbukanya pintu-pintu kedatangan di Lampung, maka akan ada pula dampak-dampak yang harus bisa dicegah, salah satunya dari sisi kesehatan.

“Ketika Bandara kita statusnya Internasional layaknya keamanan akan banyak peluang kejahatan yang masuk, begitupun dengan masalah kesehatan, maka akan banyak pula penyakit atau virus yang masuk. Ini tantangan yang harus diperhatikan kedepannya di tengah lompatan-lompatan pembangunan.” imbau Ridho.

Ridho mengingatkan dalam gaung pembangunan Provinsi Lampung yang transaksi ekonominya terpusat di Kota Bandar Lampung sebagai Ibukota, maka Pemprov akan mendorong Bandar Lampung menjadi Kota Metropolitan.

Sehingga RSUDAM yang juga berada dalam pusaran dan pusat kota akan dituntut layanan setaraf metropolitan, dan RSUDAM harus mempersiapkannya.

“Selain itu, untuk mengurangi beban RSUDAM Pemprov juga mengibahkan tanah sekitar 1 hektar untuk pengambangan Rumah Sakit Umum Kota Bandar Lampung agar mereka bisa lebih berkembang dan pasien tak tertumpuk di RSUDAM. Pemprov juga mendorong pengoptimalan Rumah Sakit Umum di Kabupaten/Kota di Lampung.” Jelas Ridho.

Dalam kesempatan ini Ridho juga jelaskan tentang kunjungannya beberapa waktu lalu ke RSUDAM untuk melihat langsung situasi RSUDAM dan berdiskusi satu per satu dengan kepala unit tentang kebutuhan masing-masing unit untuk meningkatkan mutu dan kelengkapan.

Ridho jelaskan kebutuhan-kebutuhan penunjang setiap unit yang pernah disampaikan para kepala unit tersebut sudah hampir dipenuhi semua. Untuk itu Ridho menuntut adanya perubahan signigfikan dari pelayanan Rumah Sakit Umum Abdoel Moeloek kedepannya.

Adapun kegiatan pembangunan/ Rehab Fisik di RSUDAM dan pada tahun 2016 terdiri atas : 
1. Pembangunan gedung administrasi 
2. Pembangunan gedung rawat  THT, Mata dan Kemotherapi 
3. Penyelesaian Pembangunan gedung Rawat inap kebidanan standar Pelayanan Obsteri Neonatal Emergensi Komprehensip (PONEK) 
4. Rehab gedung Bedah Central & Instalasi Intensife Terpadu 
5. Perluasan gedung Bedah Central 
6. Rehab gedung Rawat Inap dan Gedung Pelayanan Lainnya 

Selain alokasi Anggaran untuk sarana fisik, Gubernur Lampung juga mendukung terpenuhinya kelengkapan alat alat kesehatan kedokteran sebanyak 89 unit alat antara lain: 
1. Alat Kesehatan dan kedokteran PONEK 
2. Alat Kesehatan dan kedokteran Ruang Kebidanan dan Kandungan 
3. Alat Kesehatan Radiologi 
4. Alat Kedokteran Bedah Central 
5. Alat Kesehatan dan kedokteran Ruang Perinatologi/  Ruang Anak / Ruang Syaraf/ Ruang Paru 
6. Alat Kesehatan dan kedokteran Instalasi Gawat Darurat 

Perhatian Gubernur Lampung juga ditujukan kepada terlaksananya pembinaan kepada SDM rumah sakit. Wujud pembinaan dilakukan dengan mengalokasikan anggaran untuk pendidikan dan pelatihan dalam rangka : 
1. Meningkatkan Keahlian dan keterampilan SDM sehingga kualitas pelayanan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek menjadi lebih baik. 
2. Meningkatkan Etos dan Budaya Kerja karyawan sehingga dalam memberi pelayanan kepada masyarakat dapat  menjunjung tinggi etika pelayanan.   
Pelatihan yang telah dilakukan adalah Emotional Spiritual Quotient (ESQ), dan Pelatihan Komunikasi Efektif dan service excelent.

Kebijakan anggaran untuk dunia kesehatan ini, adalah ritme untuk mendukung lompatan-lompatan pembangunan yang sedang dilakukan di Provinsi Lampung.

Juga sebagai tindak lanjut dari keluhan masyarakat selama ini atas masih kurang optimalnya pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum serta tindak lanjut dari kedatang Gubernur beberapa waktu lalu ke RSUDAM. (RA/zai)