Ratusan Kontrakor Lampura Minta Kadis PU Dipecat

12 Mei 2016 - 20:45:34 | 864 | BERITA DAERAH

DL/12052016/Kotabumi

---- Ratusan Kontraktor dan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) unjuk rasa tuntut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lampung Utara untuk diberhentikan. Kepada penegak hukum pendemo meminta untuk menindak tegas dugaan korupsi di dinas setempat.

Dengan menggunakan sepeda motor dan mobil ratusan massa yang tergabung dalam kontraktor dan LSM mendatangi kantor Pemerintah Kabupaten Lampung Utara untuk menyampaikan aspirasinya Kamis 12 Mei 2016.

Beberapa tuntutan pengunjukrasa diantaranya, meminta penegak hukum untuk menurunkan tim Cybercrime untuk mengecek pengadaan yang melalui LPSE karena kontraktor tidak dapat mengupload data mengikuti lelang diduga adanya hacker.

Pelelangan proyek yang ditenderkan dicicil, adanya pengaturan kegiatan dengan istilah bagi-bagi kue selain itu Kadis PU Sahbudin setiap menandatangani berkas di luar kantor.

Dalam orasi yang disampaikan kordinator lapangan, Alian Arsil, menyatakan dimana terdapat kecurangan dan ketidak-adilan yang dilakukan kepala Dinas PU dalam pelelangan ribuan paket proyek tahun 2016.

“Saya selaku Korlap dan juga sebagai PNS dan ketua PHO di dinas PU meminta kepada aparat wewenang untuk menindaklanjuti tuntutan kami, saya siap dipecat dari PNS, saya siap dipenjara bahkan ditembak demi menegakan kebenaran di bumi Lampura ini,” tegas Alian.

Pengunjukrasa meminta kepada Bupati untuk segera memberhentikan Kadis PU yang tidak pernah masuk kantor. “Selama setahun ini Sahbudin hanya masuk kantor 14 hari saja tetapi masih dipertahankan, sementara jika pejabat lain yang malas langsung dinonjobkan,” ujar Edi, yang diamini seluruh pendemo saat orasi di depan kantor Pemkab Lampung Utara.

Setelah menggelar aksi di depan kantor Pemkab, dikawal aparat Kepolisian, pengunjukrasa menuju bundaran Tugu Payan Mas Kotabumi. Pengunjuk rasa menggelar spanduk yang bertuliskan berbagai tuntutan di Tugu Payan Mas, ratusan masa kemudian melintas di sepanjang jalan Soekarno Hatta menuju kantor DPRD Lampung Utara.

Sambil meneriakkan yel-yel dan tuntutan, ratusan massa ini akhirnya mengadukan keluhannya kepada wakil rakyat, mereka diterima langsung oleh ketua DPRD Rahmat Hartono, Seketaris Dewan Azwar Yazid dan beberapa anggota dewan lainnya.

“Kami datang ke sini guna mengadukan nasib kami yang telah dilecehkan oleh pemerintah Daerah, dimana kami selaku kontraktor putra daerah tidak ada yang mendapatkan pekerjaan. Dari 1.680 paket senilai Rp450 miliar, Sahbudin bilang bahwa dia hanya dapat jatah Rp40 miliar saja kemana sisanya. Sahbudin pernah mengumpulkan kami dan berjanji akan membagikan paket itu, tapi mana buktinya, kami minta kepada anggota Dewan yang terhormat untuk menyampaikan pada pemimpin Lampung Utara ini agar memikirkan nasib kami,” keluh Erpan Zen di hadapan ketua DPRD.

Sementara itu ketua DPRD Lampung Utara, Rahmat Hartono menyatakan pihaknya siap menampung seluruh aspirasi dan menyikapi persoalan ini. “Terkait tuntutan mereka, nanti kita akan sampaikan persoalan ini kepada Bupati,” ujar Rahmat. (Zani)