Ridho: Kesehatan Untuk bangsa Yang Berkualitas

05 Mei 2016 - 21:49:16 | 800 | KESEHATAN

DL/05052016/bandarlampung

---- Gubernur Lampung Ridho Ficardo memberi sambutan pada Pertemuan Nasional Pengembangan Profesi Bedah Berkelanjutan (P2B2) yang diikuti 1.477 Dokter Spesialis Bedah se-Indonesia, di Ballroom Novotel, Bandar Lampung, Rabu 4 Mei 2016.

Dalam sambutannya menjelaskan Provinsi Lampung kedepan akan memfokuskan programnya pada bidang pendidikan yang sangat berkaitan erat pada bidang Kesehatan. 

“Mau sekolah sebaik apapun dan tenaga pengajar mumpuni, bila kesehatan anak-anak kita tak terjaga dengan baik, maka akan sulit membangun generasi bangsa yang berkualitas. Karena gizi kurang, apa yang diterangkan dan dipelajari sulit diterima anak-anak kita.” Imbuh Ridho.

Untuk itu, ia berharap ada sinergi antara praktisi kesehatan untuk mensukseskan program pendidikan baik yang digulirkan Provinsi Lampung maupun Pemerintah Pusat. Mengingat, pada tahun 2020 mendatang usia angkatan kerja (produktif) akan lebih banyak dari yang non produktif.

Sehingga bonus demografi tingginya usia kerja tersebut harus dimanfaatkan dan akan menjadi titik tolak untuk kemajuan bangsa kedepannya, namun bisa pula menjadi pisau bermata dua bila SDM tidak disiapkan dengan baik, terutama pendidikan dan kesehatannya.

Mengenai tantangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang memiliki sisi positif dan negatif, kekhawatirannya ditengah minimnya tenaga dokter spesialis di Indonesia terutama di luar Pulau Jawa, MEA bisa semakin mengurangi tenaga profesional bidang kesehatan di Indonesia.

“Mengenai MEA  yang akan bergulir, sebagian orang takut banyaknya tenaga ahli dari luar datang ke Indonesia. Saya justru sebaliknya, yang saya takut banyak tenaga profesional di negara kita yang keluar. Karna penghasilan di negara tetangga jauh lebih tinggi.” Kata Ridho.

Untuk itu, ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam MEA terutama pada bidang kesehatan yang cukup vital bagi negara. Ridho katakan, kedepan dokter-dokter adalah salah satu pos penting dalam ketahanan Negara. (RA)