Panglima TNI: Kelak Ada Konflik Berbasis Energi

26 April 2016 - 17:09:07 | 828 | PENDIDIKAN

 

DL/26042016/Bandar Lampung

---- Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, memberikan kuliah umum, peran civitas akademika dalam mempertahankan negara di hadapan sekitar 6.000 mahasiswa dan mahasiswa di Gedung Serba Guna, Universitas Lampung (Unila), Selasa 26 April 2016.

“Generasi muda memiliki tugas serta tanggungjawab untuk menjaga dan membela Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagai generasi muda mahasiswa harus bisa memahami nilai-nilai kebangsaan," kata Panglima TNI.

Panglima mengatakan bahwa ada potensi konflik berbasis energi yang mengancam Indonesia pada tahun-tahun mendatang. Gatot mulai dengan memaparkan prediksi minyak bumi yang akan habis 2043. Ditengah membengkaknya populasi manusia, kebutuhan akan energi semakin mendesak.

Ketika minyak habis, tenaga alternatif akan dihasilkan dari sumber daya hayati. Kebutuhan pangan yang mendesak akan menjadikan negara

Adidaya melirik ke daerah khatulistiwa, salah satunya Indonesia. Jika dicermati 70 persen konflik berlatar belakang energi. Ia menyimpulkan kaya sumber daya alam, justru akan menjadi petaka bagi Indonesia. 

“Oleh karena itu generasi muda perlu memahami jati diri dan lingkungannya, memanfaatkan kondisi geografis, sejarah, sosial budayanya guna menjamin kepentingan nasionalnya,” katanya.

Panglima menjelaskan wawasan kebangsaan adalah cara pandang mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dan sikap bangsa Indonesia diri dan lingkungannya, dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah. 

“Banyak pihak yang melakukan rekayasa sosial, untuk mengadu domba rakyat dan jajaran pemerintah. generasi muda harus sadar akan tantangan tersebut dan brrsiap menghadapi itu sejak sekarang,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Hasriadi Mat Akin, Rektor Unila mengatakan bahwa Unila merupakan kampus terbesar di Provinsi Lampung. Tingginya keragaman juga dibuktikan dengan 30 ribu mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah. 

“Umur memang tidak bisa dilawan, segera akan ada generasi muda yang menggantikan saya. Wawasan kebangsaan ini penting dipahami generani muda, agar mereka memahami tugas penting mempertahankan NKRI di masa depan,” katanya.

Acara dihadiri oleh Gubernur Lampung Lampung, M. Ridho Ficardo dan Kapolda Lampung, Brigjen Pol, Ike Edwin dan Ketua DPRD Lampung, Dedy Afrizal dan Kasdam II/Sriwijaya. Brigadir Jenderal TNI Komarudin Simanjuntak, Wakil Wali Kota Bandarlampung, Yusuf Kohar Serta beberapa Bupati di Lampung. (zai)