Dendi: Cegah Kerusakan Hutan Mangrove

31 Maret 2016 - 20:06:06 | 1458 | BERITA DAERAH

DL/31032016/PESAWARAN

---- Dendi Romadhona, Bupati Pesawaran menegaskan bahwa kerusakan yang mengakibatkan matinya pohon mangrove harus segera dihentikan. Semua harus mulai berfikir bahwa mengelola alam menjadi kewajiban bersama.

Demikian diungkapkan Dendi dalam peringatan Hari Kehutanan Internasional di Kecamatan Padang Cermin, Rabu, 30 Maret 2016.

Kerusakan dan pencemaran kawasan pantai, terutama di tempat tumbuhnya pohon mangrove yang disebabkan oleh kecerobohan para wisatawan yang mengunjungi pantai, membuang sampah ke laut merupakan bukti nyata masyarakat belum sepenuhnya sadar akan pemeliharaan lingkungan.

Dendi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pesawaran akan terus melakukan rehabilitasi hutan mangrove secara konsisten. “Kerusakan yang mengakibatkan matinya pohon mangrove harus kita cegah. Oleh karena itu, saya mendukung dan menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah berpartisipasi aktif, melakukan rehabilitasi pohon mangrove, baik dari unsur pemerintah, lingkungan pendidikan, swasta, lembaga swadaya masyarakat maupun elemen masyarakat," ujarnya.

Ada lagi bentuk pencemaran lain yakni limbah cair dan limbah industri seperti deterjen dan tumpahan minyak di perairan menyebabkan berkurangnya difusi oksigen dan udara, sehingga mengganggu respirasi akar pohon mangrove.

Sedangkan limbah padat, seperti limbah rumah tangga dan limbah industri, yang meliputi sampah plastik, botol-botol styrofoam dan sebagainya menutupi akar-akar tanaman, sehingga mengakibatkan kematian pohon mangrove. “Saya berharap, penanaman pohon mangrove dan cemara di sepanjang pantai Dewi Mandapa ini, memberikan kontribusi signifikan, dalam menciptakan Pesawaran Hijau,” Kat Dendi.

Pada kesempatan ini selaku kepala pemerintah daerah dan masyarakat Pesawaran Dendi menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada organisasi Esapala SMA Negeri I Bandar Lampung, atas kepedulian dan peran serta dalam melaksanakan penanaman pohon mangrove dan cemara dalam rangka memeriahkan Hari Kehutanan Internasional.

“Terima kasih, adik-adik telah mendukung program penghijauan yang dilakukan oleh Pemda Pesawaran dalam upaya mengatasi dampak negatif yang diakibatkan oleh erosi pada saat musim hujan.” Ujar Dendi.

Berkurangnya kawasan mangrove menjadi perhatian serius bagi semua pihak, karena kawasan mangrove sangat bermanfaat sebagai penahan abrasi pantai, sebagai wilayah penyangga, mengolah limbah beracun, penghasil O2 dan menyerap CO2.

Pada kawasan mangrove ini juga merupakan tempat berkembang biaknya ikan-ikan, kerang, kepiting, udang, tempat berlindung dan berkembang biak burung dan satwa lain, juga sebagai  sumber plasma nutfah dan sumber genetik.

Tanaman pada kawasan mangrove dan pantai juga mempunyai manfaat ekonomi yang cukup tinggi, yaitu sebagai penghasil kayu, baik kayu bakar, arang maupun bahan bangunan. Juga sebagai penghasil bahan baku industri seperti pulp, tanin, kertas, tekstil, makanan, obat-obatan, kosmetik, dan lain-lain.

Selain itu kawasan mangrove dan kawasan pantai juga sangat berpotensi untuk tempat wisata, penelitian dan pendidikan. (Heri)