Mulyono: Yang Penting Administrasinya Beres

22 Maret 2016 - 17:26:25 | 1377 | BERITA DAERAH

DL/22032016/Liwa

---- Ternyata mudah menjalankan pekerjaan proyek di DPRD Lampung Barat, karena meskipun ada kekurangan, kejanggalan atau mutu yang tak beres dari hasil pekerjaan, akan dianggap tak bermasalah, jika seluruh proses administrasinya sudah selesai. Hah.

Ini yang ditegaskan Sekretaris dewan DPRD kabupaten Lampung Barat, Hi. Mulyono. SH kepada detiklampung.com biro Lampung Barat, dalam konfirmasi adanya dua pekerjaan yang dinilai tidak maksimal dalam pengerjaannya.

Ini terkait pekerjaan pengadaan dan pemeliharaan di lingkungan DPRD Lampung Barat, yakni pengadaan Kalender 2016 dan pemeliharaan taman DPRD setempat.

Menurut Mulyono, semua pekerjaan baik pengadaan maupun pemeliharaan walaupun tidak beres atau terjadi kejanggalan tetap dianggap tidak bermasalah, jika sudah selesai administrasinya dan semua anggota DPRD menerima.

Sebelumnya diperoleh informasi bahwa dalam pengadaan kalender untuk tahun 2016 setelah dilakukan pengecekan ternyata banyak kesalahan dalam pembuatannya baik nama anggota dewan serta beberapa keterangan foto kegiatan DPRD yang ada pada kalender tersebut.

Sekwan juga menjelaskan bahwa semua kegiatan tahun 2015 walaupun terjadi banyak kesalahan di sana sini tidak jadi masalah. “Silahkan tanya langsung sama Helmi selaku PPK nya supaya jelas.” Kilahnya.

Memang benar kapasitas dia selaku Sekwan adalah pengguna anggaran, tetapi terkait kebijakan gono-gini itu datangnya dari atas.  “Saya cuma melanjutkan saja apa yang menjadi kebijakan dari atas. Masalah hasil pekerjaan yang tidak maksimal itu, kalau semua sudah menerima artinya tidak ada masalah,”ujarnya. 

Begitupun saat diminta tanggapan terkait pemeliharaan rutin taman DPRD Lambar yang setelah dikerjakan baik penanaman rumput bunga dan lainnya lebih banyak yang mati dan membusuk. Sehingga taman menjadi gersang dan tandus serta tidak sedap dipandang mata.

Terkait ini Mulyono pun menanggapi santai, menurutnya pemeliharaan taman khususnya pada penanaman rumput dan bunga itu mati karena kemarau. “Itu kan karena kemarau,” ujarnya santai. 

Sementara itu Helmi Putra, selaku PPK tahun anggaran 2015 saat ditanya perihal kurang maksimalnya kedua kegiatan tersebut, juga menanggapi dengan biasa-biasa saja. Dia mengatakan jika anggaran dua kegiatan tersebut kecil sekali.

Namun Helmi tidak ingat pasti berapa pagu yang dianggarkan untuk kedua kegiatan itu, seingatnya untuk pengadaan kalender 2016 berkisar dibawah Rp.20 juta, sedangkan untuk pemeliharaan taman hanya Rp.12,5 juta. Dan itupun tidak terserap semua.

Artinya selebihnya dana yang tidak terpakai dikembalikan ke kas daerah. “Untuk kalender silahkan tanya langsung dengan bagian TU, dan untuk pemeliharaan taman itukan kegiatan rutin. Jika memang itu dianggap gagal dalam pelaksanaan kegiatannya silahkan hubungi pihak ketiga yang mengerjakan pemeliharaan tersebut,” ungkapnya. (Anton)