Choiria: Kami Akan Jual Tiyuh Durian

19 Maret 2016 - 19:18:34 | 967 | PARIWISATA

Choiria Pandarita mendampingi Apriliani Yustin Ficardo melakukan penanaman pohon durian di Tiyuh durian sumber Agung, Kemiling, Bandarlampung. (foto- Edi)

DL/19032016/Bandarlampung

----- Munculnya destinasi wisata Tiyuh Durian, di Sumber Agung, Kemiling, Bandarlampung, akan memberikan warna lain dan aroma baru dunia pariwisata Lampung. Destinasi ini akan segera dijual sesegara mungkin melalui travel biro baik di Lampung maupun di Jakarta.

Ini ditegaskan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Choiria Pandarita kepada detiklampung.com di Tiyuh Durian, Sumber Agung, Bandarlampung, Kamis, 17 Maret 2016, usai acara penanaman Pohon Durian dan buah lainnya serta melepas liarkan satwa di lokasi wisata itu.

“Kami segera membuat pemberitahuan ke Travel Biro di seluruh Lampung dan Jakarta untuk menyertakan paket Tiyuh Durian ini dalam paket-paket wisata, termasuk city tour nya Bandarlampung. Jadi ini sebuah warna baru,” katanya.

Tiyuh Durian, nama yang diberikan oleh Apriliani Yustin Ridho Ficardo, isteri Gubernur Lampung kampung durian Sumber Agung ini dan diharapkan akan mampu memberikan warna lain serta unggulan baru eko-turism di Lampung.

“Seperti dikatakan ibu Gubernur, bahwa lokasi ini dinamakan Tiyuh Durian, agar mempunyai daya tarik tersendiri, khususnya untuk iwsatawan domestik. Kita tidak perlu jauh-jauh ke daerah lain untuk berwisata dengan nuasa gunung dan alam. Bahkan di sini dipadukan dengan konservasi binatang seperti kupu-kupu dan rusa,” tambah Choiria.

Maka dari itu Choiria dalam waktu dekat segera menggandeng berbabagai unsur untuk mempromosikan destinasi ini agar dikunjungi lebih banyak masyarakat baik dari Bandarlampung, dan sekitarnya maupun daerah lainnya.

“Saya akan mengajak teman-teman dari mana saja yang berkaitan dengan pariwisata untuk mempromosikan  Tiyuh Durian ini ke tingkat nasional maupun internasional. Kita harus bersama-sama. Tidak bisa sendiri-sendiri untuk promosi destinasi baru ini,” ujar Choiria.

Dinas Parekraf (Pariwisata dan ekonomi kreatif – red) juga akan bekerjasama dengan Dinas Kehutanan untuk pengelolaan destinasi ini, karena satu dan lainnya berkaitan, meskipun berbeda tupoksi antara keduanya. (Adi)