Pemerintah Seharus Membantu Program RS Keliling

08 Maret 2016 - 00:34:58 | 829 | KESEHATAN

DL/08032016/Jakarta

---- Tim Panel Independen Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tahun 2016 mengapresiasi inovasi Pemerintah Provinsi Lampung dalam melaksanakan Program Rumah Sakit Keliling. Inovasi tersebut terbilang langka dan perlu dicontoh oleh Pemerintah Daerah lain di Indonesia.

“Ini adalah trobosan baru dalam hal pelayanan kesehatan, mendatangi pasien/orang sakit (masyarakat) secara langsung tanpa perlu masyarakat jauh-jauh mengunjungi Rumah Sakit untuk memeriksakan kesehatannya. Jika perlu Kementerian PAN RB, merekomendasikan kepada Kementerian Kesehatan agar program ini disupport oleh pemerintah pusat. Karena dampak positif dari program ini amat besar dirasakan oleh masyarakat luas,” ujar salah satu panelis, Pakar LIPI Prof. Siti Zuhro, MA ketika mewawancarai Peserta Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tahun 2016, di Ruang Rapat Sriwijaya Lantai II Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB RI), Senn, 7 Maret 2016.

Dijelaskan Karo Humas dan Protokol Bayana, dalam penilaian tersebut Pemerintah Provinsi Lampung diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Arinal Djunaidi, Kadis Kesehatan Reihana, Kabid Perencanaan Dinas Kesehatan dan lainnya.

Dalam penilaian tersebut Arinal menjelaskan, Provinsi Lampung dengan Luas 35.288,35 Km2, kondisi geografi beragam yang memiliki daerah rawan bencana dan daerah otonom baru (DOB). Daerah tersebut belum seluruhnya memiliki Rumah Sakit, Pemerintah Provinsi Lampung membuat inovasi untuk mengatasi kegawat-daruratan dan akibat bencana, kasus rujukan, mendekatkan akses kepada masyarakat.

Kadis Kesehatan menambahkan, RS. Keliling merupakan program unggulan Gubernur Lampung dengan landasan hukum UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Peraturan Gubernur No. 16 Tahun 2013 Tentang Pedoman Mobile Clinic yang mengatur SDM, Pembiayaan dan operasional.

Kegiatan yang dilakukan antara lain pelayanan 4 spesialis dasar (Penyakit Dalam, Anak, Kebidanan, dan Bedah), screening kasus THT, pemeriksaan Laboratorium dan pemeriksaan radiogi. Fasilitas Mobile Clinic yaitu : Ruang Konsultasi, Ruang Laboratorium, Ruang Operasi Minor dan mayor, mobil Radiologi, Mobil Recovery room, Mobil angkutan tenaga medis.

Manfaat utama dari RS Keliling, jelas Reihana yaitu memudahkan akses pelayanan spesialistik dan rujukan ke masyarakat di daerah otonomi baru yang belum memiliki RS. “Masyarakat sangat antusias untuk memeriksakan kesehatannya. Terlihat dari meningkatnya kunjungan ke fasyankes. Masyarakat dapat mengakses layanan spesialis, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan radiologi yang sulit diperoleh karena minimnya fasilitas di wilayah mereka,” jelas Reihana.

Kegiatan penilaian merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Nomor 9 Tahun 2015 tentang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di lingkungan Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah Tahun 2016.

Peserta berasal dari Kementerian dan Pemerintah Daerah Seluruh Indonesia. Setiap peserta akan mempresentasikan inovasinya di hadapan Tim Panel Independen Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tahun 2016.

Tahun ini panelis tersebut terdiri dari kalangan profesional, akademisi, tokoh masyarakat, unsur media dan LSM diantaranya  Prof. Siti Zuhro,MA, Indah Sukmaingsih, Bambang Setiawan. (R-01/Fer)