Herman: Kami Akan Sekolahkan Nur

07 Maret 2016 - 23:52:33 | 772 | VoD

DL/03032016/Bandarlampung

--- Nafas lega dan tatapan terang kini terpancar dari wajah seorang anak yang baru saja lepas dari derita panjang di tengah keluarganya sendiri yang seharusnya menjadi pengayomnya. Nur (12) korban penganiayaan orang tuanya itu kini menatap masa depannya lagi dengan bebas.

Setelah kedua orang tuanya ditangkap polisi, kini Nur harus hidup dengan keluarga besar ibunya. Dan tentu menjadi sebuah lingkungan baru yang memungkinkan anak gadis ini jauh lebih bebas berinteraksi dengan teman sebayanya, ketimbang sebelumnya.

Kedatangan Walikota Bandarlampung, Herman HN ke rumah Nur, Rabu (2/3) sudah menguak harapan untuk dapat sekolah lagi bagi Nur. “Selama saya jadi Walikota, maka anak ini akan dibiayai sekolahnya oleh pemerintah. Ini janji saya. Dan sekarang saya minta kepada lurah dan Camat untuk segera mempersiapkan semua keperluan sekolah Nur, mulai dari baju sekolah, sepatu, buku dan nanti dia mau sekolah dimana,” kata Herman.

Namun, lanjut Herman, yang terpenting saat ini adalah mengobati luka-luka ditubuh Nur. Karena ada yang luka ringan dan luka berat, seperti di bahu tangan kirinya serta ibu jarinya. “Saya minta Nur dibaa ke dokter umum dan diberi obat yang bagus agar cepat sembuh dan bisa sekolah,” tambah Herman.

Menurut Herman, ada tulang patah yang diderita Nur, agar cepat diatasi oleh tim dokter. “Saya doakan supaya bisa cepat sembuh dan bisa beraktivitas. Saya juga sudah pesan sama Camat Kemiling agar mengawal pemeriksaan kesehatannya Nur, dan memberikan vitamin agar cepat pulih kembali.”ungkapnya.

Mengenai kejahatan yang dilakukan orang tua Nur, Walikota Bandarlampung mengatakan bahwa semua orang bisa khilaf, maka dia mendoakan kedua orangtua itu cepat sadar dan menyesali perbuatannya. “Saya kira semua orang punya potensi khilaf. Itu urusan masing-masing dan kini sudah ditangani pihak kepolisian dan hukum. Saya doakan mereka sadar dan mengakui kesalahannya, sehingga kelak akan kembali menjadi orang baik,” katanya.

Herman menambahkan bahwa kejadian ini herndak menjadi perhatian para orang tua. Bagaimanapun anak adalah titipan Allah yang harus dijaga dipelihara dan diantarkan pada jenjang yang lebih baik, sehingga nasib yang dialami Nur ini harus diberikan advokasi.

Sebelumnya, tim dari P2TP2 Bandarlampung juga siap melakukan advokasi terhadap kasus Nur ini, baik mengenai pendampingan kejiwaan maupun kasus hukumnya. Ini dilakukan karena Nur saat ini masih dalam situasi trauma yang mendalam dan rasa takut masih sering datang menghantui perasaan gadis kecil ini. (Adi/Zai)