Begal Digrebek Poisi Way Kanan

07 Maret 2016 - 23:21:02 | 1512 | VoD

Polisi Way Kanan Lumpuhkan BegalTwitterFacebookEmailPrintCompact1

  •  
     dibaca 241 kali

     DL/02032016/Way Kanan

    --- Seorang begal yang selama ini meresahkan warga Simpang Asam Banjit akhirnya tersungkur setelah menerima dua timah panas di kakinya oleh petugas kepolisian Polsek Way Kanan, belum lama ini.

    Hendra, tersangka begal, warga Sumbersari – Banjit  itu melawan saat akan diamankan di rumahnya oleh Tekab 308 Way Kanan. Menurut Kasat Reskrim Polres Way Kanan AKP Sahril Paison tersangka ini sudah sering melakukan tindak kejahatan baik pencurian dengan kekerasan (Curas) maupun pencurian dengan pemberatan (Curat).

    Pengejaran terhadap tersangka menyusul laporan korban pembegalan, yakni suami isteri warga Simpang Asam yang dirampas motornya oleh tersangka dibawah ancaman senjata api.

    Petugas Tekab 308 langsung melakukan pengejaran sesuai informasi dari masyarakat tersebut. Ternyata tersangka bersembunyi di rumahnya. Petugas lalu mengepung dan memberikan peringatan agar tersangka menyerah.

    Sahril Paison mengatakan bahwa tersangka melakukan perlawanan saat akan ditangkap. Namun polisi memberikan beberapa kali tembakan peringatan namun tak digubrisnya. Saat akan melarikan diri petugas terpaksa menembak kakinya. “Meskipun sudah tertembak pahanya namun tersangka berusaha berlari ke semak-semak. Tetapi anggota berhasil menembak sekali lagi kakinya dan terhentilah tersangka dan dapat kami amankan,” katanya.

    Polisi langsung menggeledah rumah tersangka dan mengamankan beberapa barang bukti penting diantaranya satu pucuk senjata api berupa pistol rakitan, senjata tajam dan kunci letter T. Selain itu ada 3 sepeda motor yang juga berada di rumah itu diamankan ke Polres Way Kanan.

    “Selain barang tersebut kami juga menyita ada 5 karung barang-barang onderdil sepeda motor yang sudah dibongkar,” tambah  Sahril.

    Saat ini tersangka dirawat di rumah sakit Pagar Alam dengan penjagaan ketat polisi, untuk mendapatkan perawatan luka tembak.  “Jika nanti sudah selesai penanganan kesehatannya akan segera kami periksa lebih intensif. Sementara kami kenakan pasal 365 KUH Pidana yakni Pencurian dengan Kekerasan dan pemberatan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.” kata Sahril. (HR)