Nur Korban Kekejaman Ibu Kandung dan Ayah Tiri

07 Maret 2016 - 23:19:34 | 1674 | VoD

DL/03032016/Bandarlampung

--- Nur, seorang gadis kecil berusia 12 tahun (bukan 5 tahun –red), kini bisa bernafas lega, karena harapan untuk bisa sekolah lagi kembali terbuka setealh kunjungan Walikota Bandarlampung, Herman HN menyatakan akan menanggung seluruh biaya sekolah Nur.

Sebelumnya, Nur diambil ibu kandungnya Tr (36), dari sebuah Pondok Pesantren, dan Nur justru tidak boleh sekolah lagi oleh kedua orang tuanya. Bahkan tak boleh keluar rumah.

Setelah peristiwa tragis yang menimpanya, kini  Nur akan kembali menata hidupnya bersama Tina, (kakak- ibunya). Kemungkinan kedua orang tuanya akan diajtuhi hukuman penjara yang cukup lama, karena perbuatan mereka terhadap Nur.

Nur adalah korban “keganasan” orang tua yang selama beberapa hari menyiksanya. Bahkan Nur mengaku ada kesalahan sedikit saja hukumannya amat berat baginya. “Saya nggak tahu kenapa ibu sama bapak bertindak begitu,” kata Nur kepada detiklampung streamingTV, Rabu (2/3).

Nur pernah diplintir tangan sebelah kiri hingga kemungkinan engsel bahunya bermasalah, karena sampai sekarang terlihat membengkak dan rasanya sakit. “Aku sering disuruh jongkok kalau tidak ada yang dikerjakan.” Tambahnya.

Nur menunjukkan beberapa bagian kakinya yang luka karena dipukul dengan kayu dan besi oleh ibunya. Bahkan lengan sebelah kirinya saat ini bermasalah karena sempat dipelintir hingga meninggalkan lebam dan membengkak. “Tangan ini kalau diangkat sakit. Dari jempol yang ini juga rasanya seperti patah, sakit sekali.” Ujar Nur.

Sementara Tina mengatakan bahwa Nur pada Minggu pagi datang ke warungnya diantar warga Sumberrejo. Di sini Nur menceritakan kejadiannya. “Saya juga baru tahu kejadiannya itu dari Nur. Saat datang ke warung saya kondisinya banyak luka-luka dan kurus sekali. Akhirnya Nur dibawa ke RS Bhayangkara. Rupanya dari sinilah Polisi melakukan penangkapan kepada orang tua Nur.” Kata Tina.

Dikonfirmasi tentang kejadian Nur pernah disembunyikan di dalam lemari saat ada yang berkunjung ke rumah itu, Tina mengatakan tidak pernah tahu. “Saya tidak sejauh itu tahu keluarga adik saya. Meskipun itu adik kandung, tapi saya tidak banyak ikut campur urusan mereka. Bahkan untuk berkunjung pun saya berfikir berulangkali, jangan sampai justru mengganggu situasi rumah tangga itu.” Ungkap Tina.

Kini dia akan mengurus Nur dengan baik, mengingat keluarga dekat yang kini ada salah satunya adalah dia. “Ya kini saya mencoba membantu keponakan saya ini. Nur kan masih punya masa depan, Saya berterima kasih pak Walikota telah menjamin biaya sekolah dan peralatannya. Pak Herman berjanji selama beliau menjadi walikota Bandarlampung, Nur akan dibiayai,” katanya. (Adi/Zai)

DL/03032016/Bandarlampung

--- Nafas lega dan tatapan terang kini terpancar dari wajah seorang anak yang baru saja lepas dari derita panjang di tengah keluarganya sendiri yang seharusnya menjadi pengayomnya. Nur (12) korban penganiayaan orang tuanya itu kini menatap masa depannya lagi dengan bebas.

Setelah kedua orang tuanya ditangkap polisi, kini Nur harus hidup dengan keluarga besar ibunya. Dan tentu menjadi sebuah lingkungan baru yang memungkinkan anak gadis ini jauh lebih bebas berinteraksi dengan teman sebayanya, ketimbang sebelumnya.

Kedatangan Walikota Bandarlampung, Herman HN ke rumah Nur, Rabu (2/3) sudah menguak harapan untuk dapat sekolah lagi bagi Nur. “Selama saya jadi Walikota, maka anak ini akan dibiayai sekolahnya oleh pemerintah. Ini janji saya. Dan sekarang saya minta kepada lurah dan Camat untuk segera mempersiapkan semua keperluan sekolah Nur, mulai dari baju sekolah, sepatu, buku dan nanti dia mau sekolah dimana,” kata Herman.

Namun, lanjut Herman, yang terpenting saat ini adalah mengobati luka-luka ditubuh Nur. Karena ada yang luka ringan dan luka berat, seperti di bahu tangan kirinya serta ibu jarinya. “Saya minta Nur dibaa ke dokter umum dan diberi obat yang bagus agar cepat sembuh dan bisa sekolah,” tambah Herman.

Menurut Herman, ada tulang patah yang diderita Nur, agar cepat diatasi oleh tim dokter. “Saya doakan supaya bisa cepat sembuh dan bisa beraktivitas. Saya juga sudah pesan sama Camat Kemiling agar mengawal pemeriksaan kesehatannya Nur, dan memberikan vitamin agar cepat pulih kembali.”ungkapnya.

Mengenai kejahatan yang dilakukan orang tua Nur, Walikota Bandarlampung mengatakan bahwa semua orang bisa khilaf, maka dia mendoakan kedua orangtua itu cepat sadar dan menyesali perbuatannya. “Saya kira semua orang punya potensi khilaf. Itu urusan masing-masing dan kini sudah ditangani pihak kepolisian dan hukum. Saya doakan mereka sadar dan mengakui kesalahannya, sehingga kelak akan kembali menjadi orang baik,” katanya.

Herman menambahkan bahwa kejadian ini herndak menjadi perhatian para orang tua. Bagaimanapun anak adalah titipan Allah yang harus dijaga dipelihara dan diantarkan pada jenjang yang lebih baik, sehingga nasib yang dialami Nur ini harus diberikan advokasi.

Sebelumnya, tim dari P2TP2 Bandarlampung juga siap melakukan advokasi terhadap kasus Nur ini, baik mengenai pendampingan kejiwaan maupun kasus hukumnya. Ini dilakukan karena Nur saat ini masih dalam situasi trauma yang mendalam dan rasa takut masih sering datang menghantui perasaan gadis kecil ini. (Adi/Zai)