Yohansyah: Pilpratin Jangan Buat Aturan Sendiri

05 Maret 2016 - 02:26:45 | 1890 | BERITA DAERAH

DL/05032016/Liwa

---- Menanggapi pengaduan dari tiga Pekon dan tiga kecamatan yang menyelenggarakan Pemilihan Peratin (Pilpratin) yang membawa bebeapa kejanggalan dan dianggap mencutangi proses demokrasi di Lampung Barat, ketua Komisi A, DPRD Lampung Barat, Yohansyah Akmal, bereaksi keras.

Dia mengatakan jika melihat sejumlah pengaduan yang ada maka pihak BPMPP tidak ada ketegasan dan betul-betul mengawasi jalannya Pilpratin.

Jika dilihat dari pengaduan yang ada seperti halnya warga tidak bisa memilih jika tidak mendapat surat undangan, tetapi warga memiliki KTP dan KK ini namanya diskriminasi.

“Warga asli kok tidak dimerdekakan dengan tidak diperbolehkan memilih ini kan namanya tidak beres pemkab dalam hal ini BPMPP. Seharusnya ada ketegasan dalam hal aturan jangan aturan di buat-buat sendiri,” ucapnya.

Jika halnya BPMPP sudah menerapkan aturan bahkan sudah melakukan sosialisasi berarti kegiatan yang dilakukan sia-sia. Hal semacam ini yang harus diperhatikan dan diantisipasi. “Seharusnya BPMPP mengantisipasi adanya celah-celah seperti yang dilaporkan oleh masyarakat dari tiga pekon ini. Jika diantisipasi dari awal, kami yakin tidak adanya hal-hal semacam ini. Seperti kasus Pekon Trimekarjaya ini menurut penilaian saya sudah layak dilakukan pemilihan ulang, sehingga tidak adanya kesalahpahaman lagi,”tegasnya.

Kepala BPMPP, Ibrahim Amin dalam tanggapannya mengatakan jika pihaknya sudah melakukan Bimtek dan mengundang para calon, bahkan semua tahapan sudah dilakukan semua, seperti halnya menetapkan jumlah surat suara, cetak surat suara sudah dilakukan, laporan evaluasi penetapan hasil pemilihan, mengawasi.

“Semua tahapan akan kita lakukan dan permasalahan yang ada ini akan kita pelajari dan kita lihat sebagai bahan laporan kami kepada Bupati, karena kita hanya selaku koordinator dari kegiatan tetapi kebijakan itu ada di bupati, kita semua yang ada di sini tidak bisa memutuskan masalah ini.” Singkatnya. (Anton)