Gamolan Lampung Tetap Semangat Berkembang

02 Maret 2016 - 16:11:47 | 2889 | VoD

DL/14022016/Bandarlampung

----- Ketua Komunitas Gamolan Institute, Novellia Yulistin Sanggem, merasa lega sudah kembali menggelar satu karya seni anak-anak Lampung yang tergabung dalam Gamolan Lampung di Cikwo Café Pakis Kawat, Bandarlampung, Sabtu (13/2).

“Kalau mengukur kepuasan itu sangat relatif. Tetapi hari ini saya bangga. Kami adalah generasi yang peduli dengan budaya Lampung dan konkrit berbuat, melakukan dan berani pamer, apapun kondisinya. Ini memang masih embrio, belum ada apa-apanya. Lalu mau diapakan? Ya mari kita semua yang harus menjawabnya,” ungkap Novel, dalam sepetik sambutannya di panggung kecil di sudut kafe Cikwo.

Melibatkan tak kurang dari 60 anak muda dan anak-anak penggiat seni tradisional Lampung itu tidak mudah, lanjutnya. “Di sini, semua yang tampil di panggung ini ikhlas berbuat untuk seni tradisi Lampung,” ujarnya.

Keterlibatan dengan hati yang seutuhnya menjadi satu jiwa dengan pementasan sederhana itu. Tampaknya ini menjadi dasar kenapa Gamolan Lampung akan terus berdengung dimanapun dengan semangat yang membara di hati anak-anak muda.

Novel mengakui masih banyak sekali kekurangan, namun jika tidak diayunkan langkah maka kekurangan itu akan terus bertambah, dan langkahnyapun tak terayun. “Ini langkah yang harus diayunkan bersama. Apapun namanya kita harus terus melakukan sesuatu dengan mengajak semua orang siapapun yang mau dan bersedia.

Beruntung, kali ini ada orang-orang hebat yang hadir. Saya bangga, mereka mau melihat kami. Itu dulu,” ujarnya berapi-api usai pementasan siang hari itu.

Ada Sinar

Novel mengaku bersemangat berlipat ganda, ketika Kadis Pariwisata Kota Bandarlampung membisikkan sebuah rencana besar untuk gamolan Lampung ini. “Saya terkejut dengan pernyataan pak Kadis. Ini ide cerdas. Membuat Gamolan Lampung menjadi salah satu kekuatan pada sebuah perhelatan besar di HUT Bandarlampung, adalah langkah maju, atau lompatan besar,” kilahnya.

Memang Kadis Pariwisata, meskipun sedang mewacanakan, tetapi paling tidak akan memberikan dorongan bagaimana arah kegiatan dan pelestarian Gamolan ini akan melangkah kemudian. Rencana besar itu adalah membuat Gamolan Lampung sebanyak 3 ribu personil pemainnya, memainkan Gamolan sebagai pengganti drumband pada pawai HUT Kota Bandarlampung.

Lalu ada rencana untuk mengukir rekor MURI, dengan menggelar konser Gamolan Lampung dengan total 2.020 unit. “Seperti ada sinar yang mulai menyorot kita. Amin. Semua harus memulai tetap dengan keikhlasan,” ujar Novel.

Penampilan demi penampilan yang dinilai memuaskan memang belum ada. Semua masih belum puas dengan hasil kerja ini, karena memang tidak boleh cepat puas.

Diakui memang dengan peralatan yang masih meminjam atau mengharapkan bantuan pihak lain, seperti soundsystem, akhirnya menjadi kendala pada mutu suara dari alat musiknya. Novel mengakui ini harus ada jalan keluarnya.

“Kami terus berusaha maju, tidak diam. Dengan kehadiran pak Andi Surya, anggota DPD RI, Kepala Dinas Pariwisata dan bang Indra dari Dinas Pariwisata Provinsi Lampung serta beberapa tokoh lainnya mudah-mudahan ada langkah konkritnya ke depan,” harapnya.

Novel mengingatkan bahwa sebagai embrio harus mampu berkolaborasi dengan yang lain dan mengajak kekuatan-kekuatan lain untuk menjadikan embrio itu tumbuh dan berkembang menjadi sosok yang kuat dan kokoh.

Mak Ganta Kapan Lagi, Mak Kham Sapa lagi. (R-01/Sapto)

Gambar-gambar ini adalah bukti konkrit generasi budaya Lampung yang harus dikawal. (foto-foto - Sapto Yulianto)