Cap Go Meh di Mahan Agung

29 Februari 2016 - 17:08:41 | 1559 | SENI & BUDAYA

 

DL/29022016/Bandarlampung

---- Gubernur Lampung, M.Ridho Ficardo mengajak seluruh masyarakat Lampung agar senantiasa meningkatkan nilai-nilai kebaikan dan lebih bekerja keras lagi meningkatkan usaha-usaha yang ditekuninya, khususnya bagi para pebisnis.

Hal tersebut disampaikannya ketika menghadiri perayaan Cap Go Meh, Sabtu Malam (27/2) di Mahan Agung Rumah Dinas Gubernur Lampung. 
Acara tersebut dihadiri pula oleh Apriliani Yustin Ficardo, Ketua PSMTI Lampung Tarmizi Tunjungan, Sultan Skala Brak Yang Dipertuan Ke - 23 SPDB  Edward Syah Pernong dan Walikota Bandarlampung Herman HN serta yang lainnya.

Gubernur mengatakan, lancarnya bisnis yang dijalankan oleh masyarakat, tentu akan berpengaruh terhadap tingkat perekonomian Provinsi Lampung. “Untuk itu diharapkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar berpartisipasi dan menyukseskan program pembangunan Provinsi Lampung yang telah diagendakan,”ungkap Gubernur.

Tahun 2016 ini, lanjut Gubernur, Pemerintah Provinsi Lampung akan melaksanakan beberapa agenda prioritas pembangunan. Diantaranya memperluas daya dukung infrastruktur dan konektivitas wilayah, mempercepat pembangunan pertanian dan memperluas kesempatan kerja serta akses pelayanan pendidikan dan kesehatan.

“Program lain yaitu Penguatan inovasi teknologi, pemantapan IPTEK, Industri dan perdagangan serta energi terbarukan, termasuk peningkatan pariwisata dan kebudayaan daerah,” ujar Gubernur.

Sementara itu Ketua PSMTI Lampung, Tarmizi Tanjungan mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Lampung yang telah memfasilitasi terlaksananya perayaan Cap Go Meh di Mahan Agung.

Cap Go Meh adalah kegiatan silaturahmi antar Paguyuban Marga Tionghoa yang ada di Provinsi Lampung. “Semoga kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan silaturahmi antar etnis Tionghoa. Namun dapat mempererat hubungan persatuan dan kesatuan antar suku bangsa Indonesia yang berdomisili di Provinsi  Lampung,“ harapnya.

Dalam kesempatan itu Edward Syah Pernong mengatakan, kehadiran tokoh adat, tokoh lintas agama, perwakilan kabupaten/kota, adalah bentuk kasih sayang sebagai keluarga. “Dalam adat Lampung  angkon muari, adalah budaya luhur yang mesti kita junjung tinggi. Ada makna filosofi eratnya arti kekerabatan dalam keluarga. Pentingnya hidup saling mencintai, saling menghargai agar kehidupan penuh kedamaian. Kita tidak ingin Lampung ada sekat pemisah antar pribumi dan pendatang. Kita semua warga negara Indonesia, yang cinta tanah air dan memahami ke Bhinekaan,” tambahnya. (fer)