Aduh, Sakit Mata Kok Dikasih Tetes Telinga

24 Februari 2016 - 22:55:37 | 5481 | KESEHATAN

 

DL/24022016/Bandar Lampung

---- Kecerobohan dalam bekerja selalu memberikan dampak buruk pada kinerjanya. Apalagi yang dilakukan oleh salah seorang  apoteker Puskesmas Way Kandis, Tanjungsenang, Bandarlampung ini. Ia telah menyebabkan seorang pasiennya tak dapat melihat setelah meneteskan obat mata yang diberikan apoteker itu ke matanya yang sakit.

Elisa Santika (18) siswi kelas 3 SMAN 13 Bandarlampung  adalah seorang korban kecerobohan itu. Elisa didampingi ibunya, Mandala Samiah Sari (41) kepaa detiklampung.com mengisahkan awal kejadiannya hingga mata gadis itu tak dapat melihat setelah ditetesi obat dari Puskesmas.

Awalnya Elisa hanya kelilipan semacam binatang kecil. Dan matanya berasa gatal-gatal dan seperti ada yang mengganjal. Maka Elisa ditemani ibunya berobat ke Puskesmas Way Kandis.

Namun pihak Puskesmas menyarankan calon pasiennya itu berobat ke Rumah Sakit saja karena Puskesmas tak ada spesialis mata. Tetapi orang tua Elisa tak dapat mengantarkan ke rumah sakit. Dan oleh karenanya apoteker Puskesmas memberikan obat tetes kepada Elisa.

Sesampai di rumah obat tersebut langsung diteteskan ke matanya yang sakit. “Namun bukannya membaik, malah terasa sakit dan tampaknya memburuk dan tak dapat melihat. Dan bengkak. Ibu bilang jangan-jangan ini reaksi obat itu,” ujar Elisa.

Saat itu karena penasaran, Elisa merobek label botol obat tetes itu dan ternyata tertulis obat tetes telinga. Sontak Elisa kembali dibawa ke Puskesmas untuk emlaporkan kejadian ini, karena setelah 3 hari mata sebelah kanan Elisa tak dapat melihat.

Tanggungjawab Hingga Sembuh

Atas laporan itu, dr Intan kepala Puskesmas Way Kadis menegaskan akan bertanggungjawab. “Ini kesalahan dan kelalian pegawai saya,” kata Sri menirukan ungkapan dr Intan.

Diakui bahwa yang diberikan adalah obat tetes telinga, bukan obat tetes mata. Namun dr Intan mengatakan bahwa hal ini tidak berpengaruh besar. “Perbedaannya hanya 0,5 saja. Namun kami bertanggungjawab untuk mengobati Elisa hingga sembuh,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, dr. Edwin yang sempat mengunjungi korban di kediamannya, di Jalan Bhineka 5 Rt 09 Lk 02 Kelurahan Sinarmulya, Labuhan Dalam, Bandarlampung, mengatakan bahwa Dinas Kesehatan dan Puskesmas Way Kadis bertanggung jawab dengan kejadian ini dan akan mengobati mata Elisa sampai normal kembali.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan dokter mata. Mata Elisa bisa diobati dan bisa sehat kembali dengan diaya ditanggung Dinas. “Tidak perlu khawatir. Kami siap mengawal pengobatan itu walaupun hingga diperlukan operasi misalnya.Pokoknya sampai pulih seperti sediakala,” katanya.

Mengenai petugas apoteker yang salah memberikan obat, akan diambil tindakan dengan memindahkan pegawai tersebut ke tempat lain dan sanksi lainnya sesuai dengan kesalahannya. (Zai)