Ada Jaringan Prostitusi Besar Di Lampung

24 Februari 2016 - 10:47:02 | 2997 | VoD

Ada Jaringan Prostitusi Besar Di Lampung 

  •  dibaca 186 kali

     

    DL/19022016/Bandarlampung

    ---- Merinding. Ternyata prostitusi di Lampung makin marak dan terus berkembang dengan daun-daun muda, yang dijajakan oleh seorang mucikari person to person. Menurut Kabid Humas Polda Lampung usai ekspos Jumat siang (19/2), ini akan dimasukkan dalam kriteria Trafficking in person.

    “Kami akan menerapkan pasal 2 UU No.21 tentang Tindak Pdana Perdagangan Orang. Karena tersangka termasuk dalam kategori trafficking.” Kata AKBP Sulistyaningsih.

    Operasi yang dilakukan Subdit 4/Renakta Dirreskrimum Polda Lampung didampingi Kasubid Penmas Bid Humas Polda Lampung Kompol Benyamin di beberapa lokasi baik karaoke maupun hotel berbintang lima.

    Penangkapan dilakukan Jumat dini hari (19/2) pukul 00.30 wib, yakni germo (mucikari) dan beberapa “bidadari” kepada para lelaki hidung belang. Bahkan salah satu dari wanita itu adalah seorang penyanyi dangdut yang ditengarai bernama Hesty (label Nagaswasra).

    Berikut nama-nama mucikari dan anak asuhannya yang diamankan Polda Lampung.
    1. KS alias K (mucikari) yang diduga menjual artis penyanyi dangdut Hesti (nagaswara) di kamar hotel Novotel.
    2. RA alias Bi (mucikari) beserta 1 anak asuhnya di Karaoke ND.
    3. P S alias Ber (mucikari) beserta 1 anak asuhnya di Tn Karaoke.
    4. AI alias S (mucikari) beserta 1 anak asuhnya di karaoke Nov.
    5. Pe S alias San (mucikari) beserta 3 anak asuhnya (bawah umur) TKP kamar hotel As Bandarlampung. 
    Menurut Sulistyaningsih, ini akan diproses sesuai aturan yang berlaku, demi menciptakan ketertiban moral masyarakat dan terlebih mendukung program pemerintah, Indonesia bebas prostitusi.

    Konfirmasi bahwa benar Hesty yang dimaksud dalam penangkapan itu adalah penyanyi dangdut Hesty Aryatura atau Hesty klepek-klepek dibenarkan Kasubdit IV Kriminal Umum Polda Lampung AKBP Ferdyan Indra Fahmi. “Benar dia penyanyi dangdut bernama Hesty,” jelasnya.

    Disinyalir pada prostitusi dunia maya ini tariff Hesty Rp.100 juta sekali pertemuan.

    "Hesty dijual oleh jaringan sindikat besar penjualan orang yang melakukan penjualan di berbagai Hotel berbintang di wilayah Bandar Lampung. Ada 4 orang jaringan wilayah Bandar Lampung  dan 1 orang jaringan Jakarta. Kelimanya dijadikan tersangka," kata Indra Fahmi.

    Selain memakai artis, juga mencari pelajar SMA dibawah umur. Terutama yang masih perawan.

    “Hesty dibawa dari Jakarta ke Bandar Lampung. Dan dijanjikan Rp100 juta untuk menemani pelanggan semalam suntuk. Pada saat digrebeg keduanya berada di dalam Hotel Novotel untuk melakukan transaksi prostitusi online.” Tambahnya.

    Polisi langsung melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti di dalam kamar hotel tersebut beberapa buah kondom dan lain-lain. Saat ini kelima tersangka dan Hesty masih menjalanmi pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung. (R-01/citra)