Komplotan Pembunuh Samsul Dihukum Berat

23 Februari 2016 - 09:20:02 | 3132 | VoD

Komplotan Penembak Samsul Dihukum Berat

  •  

     

    DL/22022016/Kota Metro

    ---- Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Metro, membuat keputusan yang mengejutkan para terdakwa pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang menewaskan anggota intelkam Polres Metro Bripka Samsul pada Agustus 2015 silam.

    Pada sidang yang digelar Senin (22/2), dengan acara putusan hakim, ketua majelis hakim Marolop Simamora dengan Hakim anggota, Ari Qurniawan dan Basri Setiawan telah memutuskan keempat terdakwa dengan hukuman berat, masing-masing  Agus Andika 18 tahun, Abdul Tolib 18 tahun, Ridwan Firdaus 16 tahun dan Cikwan Arifin 15 tahun kurungan penjara  dipotong masa tahanan.

    Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lutfi Fresly dan Chandrawati menuntut para terdakwa dengan pasal 339 Junto 55 ayat 1 ke 1 KUH Pidana Subsider pasal 338 Junto 55 ayat 1 ke 1 Subsider 170 ayat 2 ke 3 KUH Pidana.

    Para terdakwa yang didampingi Penasehat Hukum  Panca Kesuma,  dituntut oleh JPU masing-masing 12 dan 14 tahun penjara sesuai dengan peran masing-masing pada saat beraksi. Namun fakta persidangan menyatakan lain, para terdakwa diganjar hukuman lebih berat oleh Majelis Hakim.

    Hal yang memberatkan para pelaku adalah telah dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, para pelaku telah melakukan tindak kejahatan secara bersama-sama dan melawan petugas penegak hukum yang saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan tugas memerangi tindak premanisme, pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat. Sedangkan hal yang meringankan, para pelaku berlaku sopan dan belum pernah dihukum.

    Selanjutnya, alat bukti kejahatan yang disita oleh pihak Pengadilan satu unit sepeda motor Honda Supra X 125 milik Pelaku, satu pucuk senjata api Pistol Revolvel warna silver dengan 6 amunisi 9 mili meter, dan satu unit sepeda motor Yamaha Vixion hasil kejahatan dikembalikan kepada isteri almarhum.

    Usai majelis hakim membacakan putusan para terdakwa dan Penasehat Hukumnya serta JPU menerima hasil putusan. (Igun)