Stand Up Comedy Ramaikan Kalianda

14 Februari 2016 - 21:11:01 | 1191 | HIBURAN

 

DL/14022016/Kalianda

--- Demam lawakan tunggal gaya Amerika, Stand Up Comedy (SUC), kini sudah mulai menggejala di Indonesia. Beberapa stasiun TV Nasional menjadi SUC menjadi tontonan andalannya. Dan ini mempengaruhi anak-anak muda Indonesia, tak terkecuali di Kota Kalianda, anak muda yang gelisah mulai menangkap SUC dengan serta merta.

Melalui acara Soft Launching Stand Up Komedi Kalianda, Sabtu malam (13/2) di Kalibata Café, Kalianda, puluhan komika hadir dan untuk menandai komunitas ini berkarya.

Dimotori Yosefh Oppo Fauzi, soft launching juga dihelat dengan tradisional melalui pemotongan tumpeng. Kali ini Pembina SUC Kalianda, Mubsir yang memotong tumpeng dan menyerahkannya kepada ketua komunitas SUC Kalianda, Chandra Gautama. Ini menandai kelahiran mereka.

Chandra Gautama mengatakan bahwa banyak cara untuk memberikan hiburan, termasuk salah satunya adalah SUC. “Menghibur itu bisa berbagai macam cara. Stand Up salah satu cara untuk itu. Kita bisa memberikan hiburan kepada masyarakat semua usia, melalui materi yang disesuaikan dalam stand up ini,” katanya.

Chandra yang juga seorang Komika tampil di acara itu, dan para komika dari Miniatur Stand Up Komedi Indo Lampung. Ini memberikan bukti konkrit betapa SUC langsung diterima ditengah masyarakat Kalianda dan sekitarnya.

Pada puncak acara, komika Lampung yang pernah masuk dalam kompetisi SUC di TV nasional, Newendi, turut memeriahkan acara ini. Tetapi kali ini melalui kelompok Bandnya dan menyanyikan lagu-lagu ciptaannya sendiri yang diberi judul Stand up Pet.

Kegiatan ini menurut Chandra dihelat dengan independen tak menggantungkan pada pihak manapun. “Kami bersifat independen dan tak ada tendensi kemanapun. Kami bebas, agar tidak terkontaminasi dengan persoalan politik atau apapun itu namanya. Kami ingin berkarya dan menghibur masyarakat dengan cerdas,” katanya.

Sementara Mubsir, selaku Pembina komunitas ini justru berharap anak-anak muda ini mandiri. “Memang lebih baik mandiri, agar tidak terbebani. Situasi sekarang ini cukup ramai dalam persoalan politik. Maka jika kita tetap independen justru akan lebih luas gerak geriknya. Memang, masalah finansial perlu pemikiran lebih baik lagi, dan mudah-mudahan teman-teman bisa,” ujarnya usai perhelatan malam itu.  (R-01/Hen/heris)