Terkait Illegal Logging, BKSDA Hindari Pertanyaan Wartawan

13 Februari 2016 - 20:01:24 | 1755 | BERITA DAERAH

 

DL/13022016/Pesawaran

 

---- Dalam lanjutan penyelidikan kasus Illegal Logging yang dilaporkan masyarakat ke Keplisian dan diteruskan penelusuran bersama tenaga ahli dari BKSDA, ada situasi yang kurang nyaman dirasakan para wartawan yang turut dalam penelusuran, Jumat (13/2).

Ini disebabkan salah satu tim ahli dari BKSDA Kementrian Kehutanan, dinilai kurang transparan dalam memberikan jawaban atas keraguan illegal logging itu. Menurut para wartawan ini justru meragukan, jawaban-jawaban tim ahli tersebut.

Sebenarnya respon cepat diberikan  pihak kepolisian sudah ditunjukkan, yakni menurunkan personil Tipiter yang dipimpin Ipda Eko Hery atas limpahakn laporan dari Polsek Gedongtataan.

Eko Hery bersama dua personil anggotanya menelusuri tempat kejadian perkara (TKP) yang didinyalir ada di register 19 Wan Abdurrahman, karena laporan sebelumnya Ketua gapoktan Molokh Lestari, Nasrin melaporkan ada pencurian kayu di register 19 Wan Abdurrahman umbul Batu lapis Rayon Waylima Kedondong.

Kejadiannya dilaporkan pada 13 Oktober 2015 dengan barang curian 26 batang sonokeling di dua lokasi berbeda. Saat di lapangan pun Pelapor turut mendampingi Polisi bersama beberapa awak media.

”Kami turun ke TPK untuk mencocokkan pohon Sonokeling yang dijadikan barang bukti illegal logging ini. Kami juga melibatkan tim ahli kehutanan untuk memastikan barang bukti dari lokasi register 19. Ujar Eko Hery.

Dalam perjalanan di lokasi, Boy tenaga ahli kementrian kehutanan ketika diminta konfirmasinya selalu mengelak dan memberikan jawaban yang mengambang kepada awak media. ”Nanti saja pak setelah kami selesai mengindentifikasi hingga tapal batas,” ujarnya saat di TKP.

Tetapi jawaban tak kunjung datang lagi dari Boy, hingga akhir penelusuran. Dan karenya media belum dapat kesimpulan dari sang tenaga ahli tersebut bagaimana selanjutnya mengenai bukti-bukti yang dibawa dalam kasus ini. (HK)