Ridho Ceritakan Ke Rizal Rencana Marina di Lampung

09 Februari 2016 - 12:30:56 | 297 | PARIWISATA

 

DL/09022016/Lombok

---- Gubernur Lampung, Ridho Ficardo akhirnya berkesempatan menceritakan apa yang sedang direncanakanya di Lampung terkait pengembangan kawasan maritim kepada Menko Kemaritiman RI Rizal Ramli, saat berbincang akrab antara kedua pemimpin itu di Lombok NTB, disela menghadiri puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) Senin (8/2) malam.

Informasi ini disampaikan Kadis Kominfo Provinsi Lampung yang mendampingi Gubernur dalam acara tersebut. “Ini merupakan kesempatan yang baik, tatkala pak Gubernur diajak bicara akrab dengan pak Menteri. Pak Ridho tanggap untuk memberikan info tentang potensi Lampung secara gamblang walaupun waktunya singkat,” kata Sumarju.

Saat itu Rizal juga tampak antusias berbincang dengan Gubernur Lampung, bahkan menanyakan beberapa hal termasuk strategi pengembangan wisata bahari secara menyeluruh termasuk di provinsi Lampung. Ridho Ficardo menjelaskan tentang potensi wisata bahari di Provinsi Lampung yakni dengan kekayaan pantainya sepanjang 1.1850 Km dengan jumlah pulaunya sebanyak 132.

“Potensi tersebut mulai di dukung dengan infrastruktur yang berkaitan dengan transportasi seperti jalan, bandara juga biro perjalanan. Ini disampaikan dengan runtut kepada pak Menteri,” tambah Sumarju.

Ridho mengatakan bahwa Lampung juga berkeinginan untuk membuat Marina mengingat Marina di  Ancol Jakarta sudah mulai padat dan jenuh.

Ketika Menko Maritim menanyakan potensi perkebunan di Lampung, Gubernur Lampung dengan cekatan dan  gamblang menjelaskan bahwa potensi perkebunan adalah Lada, Kopi, Kakau, Cengkeh juga Terigu disamping Karet dan Kelapa Sawit. Namun perkebunan Karet dan Sawit kurang menjanjikan untuk kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Penjabat Bupati Lampung Selatan, Kherlani memberikan tambahan penjelasan tentang kawasan Anak Krakatau bahwa untuk mencapai ke kawasan wisata Krakatau akses yang paling dekat adalah melalui Kalianda.

Permasalahan di Krakatau adalah keberadaan pulau Sebesi masih menjadi milik masyarakat. Sedangkan
Festival Krakatau tahun ini akan dilaksanakan pada 28 Agustus 2016. “Apabila Menko berkenan diharapkan membuka acara tersebut.” Ujar Kherlani.

Kunjungan Gubernur ke Mataram didampingi oleh Kadis Kominfo, Kadis Parekraf, Karo Humas dan Protokol, Kepala Perwakilan Lampung di Jakarta dan Ketua PWI Lampung. (R-01/IP)