Kenapa, Pedagang Pasar Kedondong Marah

06 Februari 2016 - 00:23:37 | 297 | BERITA DAERAH


DL/05022016/PESAWARAN

Puluhan Pasar Kedondong marah. Ini dipicu adanya pembangunan pasar yang dinilai tidak transparan dan dilakukan dimalam hari oleh UPT Dinas Pasar Kecamatan Kedondong beberapa hari belakangan ini. Ini diungkapkan Nick, salah satu pedagang di sana, kamis (4/2).

Dia dan teman-temannya sesama pedagang mengaku sangat dirugikan dengan pola kerja Dinas Pasar setempat yang tidak mengajak musyawarah para pedagang, apalagi dikabarkan akan mengenakan biaya antara Rp1,5 juta hingga Rp5 juta kepada para pedagang yang terkena pembangunan teras pasar itu.

“Ini merugikan pedagang dong. Kami kan tidak diajak rembugan. Tiba-tiba ada kabar mau ditarik bayaran. Apa-apaan ini. Apalagi dikerjakan malam hari, kayak gak ada waktu lain. Seperti tak transparan begitu.” ujarnya.

Para pedagang minta pembangunan teras tak diteruskan. “Ini aspirasi pedagang yang tidak setuju. Oleh karenanya, saya berharap UPT Pasar tidak melanjutkan pembangunan," jelasnya.

Sementara itu seorang tokoh masyarakat setempat, Dharma, melalui selulernya membenarkan bahwa pembangunan di pasar itu tidak melalui musyawarah dan menimbulkan gejolak. “Sebaiknya dimusyawarahkan dulu lah. Kan di sini ada Asosiasi pedagang juga, apakah pembangunan diteruskan atau tidak,” katanya.

Ketika dikonfirmasi, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Kabupaten Pesawaran Eri Nofrizal, membenarkan peristiwa ini terjadi dan sudah dicoba difasilitasi oleh Camat setempat dan akan dilakukan pertemuan. “Saya dalam kapasitas sebagai ketua DPD APPSI pesawaran sudah menghubungi Dinas Pasar untuk menjelaskan persoalan itu,” katanya. (HK)