Cek Kuliner Lampung Di Hotel

14 Januari 2016 - 11:27:07 | 243 | PARIWISATA

 

DL/14012016/Bandarlampung

---- Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya melestarikan kuliner dan kesenian khas Lampung. Salah satu upaya yaitu dengan mempromosikannya agar dikenal masyarakat melalui hotel-hotel ternama di Provinsi Lampung.

Untuk itu Wakil Gubernur Bachtiar Basri beserta rombongan, Rabu (13/1)  meninjau ke sejumlah Hotel berbintang guna mengecek kesiapan dalam mempromosikan kuliner dan kesenian khas Lampung tersebut. Demikian disampaikan Karo Humas dan Protokol Bayana.

“Hotel yang dikunjungi pertama kali oleh Wakil Gubernur adalah Hotel Novotel. Wagub ingin memastikan keberadaan Hotel-hotel tersebut turut andil dalam memasarkan makanan khas Lampung, termasuk kesenian asli Lampung. Karena Provinsi Lampung memiliki masakan khas yang citra rasanya tidak kalah dengan kuliner dari daerah lainnya. Jangan sampai menu-menu khas Lampung, tidak bisa dinikmati oleh para tamu pengunjung hotel, dikarenakan pihak hotel tidak menyediakan makanan asli dari daerah kita sendiri,” pesan Bachtiar pada General Manager Hotel Novotel, Lalu Aswadijaya. 

Rombongan lainnya yang dipimpin oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretaris Daerah Hamartoni Ahadis, melakukan kunjungan ke Hotel The 7th dan Hotel Emersia, didampingi oleh sejumlah kepala Satker, diantaranya Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Choiria Pandarita, Kepala Dinas Perdagangan Ferynia, Kepala Dinas Perindustrian Toni L. Tobing, Kepala Badan Pemberdayaan dan Pemerintahan Desa serta Kepala Biro Perekonomian.

Rombongan disambut Budi Rahman, General Manager Hotel Emersia beserta jajaran. Di Hotel ini disajikan menu-menu khas Lampung yang memanjakan lidah. Diantaranya Taboh Iwa/ Ikan Baung, Pepes Iwa Baung, Pindang Baung, Khetak Belulang, Botok Lampung dan Seruit

Sambil menikmati menu makanan yang disuguhkan, pengunjung dihibur dengan penampilan kesenian Lampung berupa Gamolan

Kunjungan dilanjutkan ke Hotel Horison yang disambut GM. Hotel Horison, Hatimbulan Marpaung, Ketua HPI Lampung (Himpunan Pramuwisata Indonesia), Ketua ASITA (Asosiasi Pengusaha Pariwisata) Lampung.

Di lokasi sembari menikmati minuman Juice Sawi, Hamartoni menyampaikan kepada pihak manajemen hotel,  Kopi Lampung tidak kalah nikmatnya dengan kopi-kopi yang ada dinegara lain.

“Lampung adalah daerah penghasil kopi yang sudah dikenal dimanca negara. Hanya persoalan dengan promosi dan kemasan yang mesti didesain lebih menarik,” ujarnya. 

Hotel berikutnya yang dikunjungi adalah Amalia Hotel.  Di  lokasi ini, Hamartoni meminta manajemen Hotel menampilkan Kesenian Khas Lampung dalam waktu-waktu tertentu. Dan memutar musik dan lagu-lagu daerah Lampung agar para pengunjung semakin nyaman dan merasakan suasana yang berbeda. 

Hotel terakhir yang dikunjungi adalah Grand Anugerah. di Hotel Ini Hamartoni memberikan apresiasi kepada pihak manajemen  dengan sajian menu yang hampir semuanya adalah masakan-masakan khas Bumi Lampung. 

Rombongan disajikan Sambal Lampung dikombinasi dengan mangga, Pepes Ikan, Pindang Baung dan Pindang Patin, ada Gulai Taboh, sejumlah lalapan termasuk Tempoyak.

Kepala Bagian Humas Heriyansyah mengatakan, selain melakukan evaluasi, kunjungan guna mensosialisasikan berbagai ragam makanan khas Lampung. “Selama ini  masyarakat yang tinggal di Lampung saja mungkin belum mengetahui nama-nama makanan khas Lampung. Seperti seruit dan cara pengolahannya dan Tempoyak Durian. Selain itu Gulai Taboh, Gabing, Umbu dan tentunya sambal Lampung,” jelas Kabag Humas. (R-01/Adi)