Bachtiar Basri: Tugas Kepala Kampung itu Berat Sekali

03 Oktober 2013 - 16:55:25 | 405 | BERITA DAERAH

DL/03102013/Tumijajar.

Bupati Tulangbawang Barat, Bachtiar Basri, menegaskan bahwa tugas para kepala kampung itu sangat berat, sehingga memerlukan ketabahan dan kesabaran dari semua personil kepala kampung.

Ini diungkapkan Bachtiar pada peresmian 14 kampung baru  dan Pjs. Kepala kampung yang berlangsung di lapangan Merah Candra Mukti, Tulang Bawang Tengah, Selasa(1/10).

Dengan demikian, kabupaten Tulang Bawang Barat (Tuba Barat) kini memiliki 96 kampung dan kelurahan. Itu setelah diresmikannya 14 kampung hasil dari pemekaran beberapa waktu lalu. Ke-14 kampung tersebut tersebar 5 Kecamatan,yakni di Tulang Bawang Tengah, Gunung Agung, Way Kenanga, Lambu Kibang,dan Gunung Terang.

Secara rinci, di kecamatan Tulang Bawang Tengah ada 3 kampung (Tirta Makmur, Candra Mukti, Candra Jaya), Gunung Agung ada 2 kampung (Dwi Kora Jaya, Sumber Rejeki), Way Kenanga terdapat 2 kampung (Indraloka Mukti, Indraloka Jaya), Lambu Kibang 1 kampung (Kibang Mulya Jaya), dan kecamatan Gunung Terang sebanyak 6 kampung (Setia Agung, Margo Dadi, Mulyo Jadi, Mulyo Sari, Toto Makmur, dan Terang Makmur).
Peresmian 14 kampung baru itu merupakan bagian wujud nyata dari komitmen Pemkab Tuba Barat yang kuat untuk meningkatkan kinerja pemerintahan, pembangunan, pelayanan public, dan pemberdayaan masyarakat kampung, sekaligus menjadi wujud pemenuhan aspirasi yang telah diperjuangkan oleh masyarakat yang berada di 14 kampung di 5 kecamatan tersebut.

"Saya mengingatkan bahwa pemekaran kampung adalah sebagai upaya dalam memperpendek rentang kendali pemerintahan kampung dalam memberikan pelayanan kepada masayarakat,dan tugas utama penjabat kepala kampung setidaknya ada 3, yaitu penyelenggarakan roda pemerintahan kampung, Melaksanakan pelayanan publik, dan Mempersiapkan pemilihan kepala kampung definitif,"kata Suyamto Yoga Ardi, ketua DPRD Tuba Barat pada peresmian 
Secara umum, tugas dan tantangan seorang kepala kampung saat ini semakin berat dan kompleks, karena harus dapat menjalankan fungsi sebagai pemimpin formal dan informal."Sebagai pemimpin informal, seorang kepala kampung harus dapat menyatu dalam sistem sosial budaya masyarakat setempat, yang berarti pula harus dapat menyelami adat istiadat yang dianut oleh masyarakat. (r-nng)