Dankormar Lepas 205 Marinir ke Lebanon

05 Desember 2015 - 18:37:39 | 4536 | TNI POLRI MEMBANGUN

 

 DL/052015/Jakarta

---- Sebanyak 205 prajurit Korps Marinir di bawah pimpinan Mayor Marinir Aloysius Y, yang akan bergabung dengan Satgas UNIFIL Lebanon itu terdiri dari 177 prajurit tergabung dalam Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII-J/UNIFIL dan 28 prajurit tergabung dalam Satgas Force Protection Company (FPC).

Para prajurit Korps Marinir yang tergabung dalam satuan tugas TNI pada operasi pemeliharaan perdamaian di bawah bendera PBB merupakan prajurit terbaik dan pilihan, dengan melewati tahapan-tahapan seleksi yang sangat ketat oleh Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI (PMPP TNI).

Hal tersebut dikatakan Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Buyung Lalana, dalam sambutannya saat memimpin upacara pemberangkatan Satgas Marinir Kontingen Garuda Unifil Lebanon tahun 2015 di lapangan apel Mako Kormar, Jl. Prapatan 40 Jakarta Pusat, Selasa (02/11) pagi.   

“Kalian adalah generasi ke-10 dari Pasukan Garuda yang melaksanakan penugasan sebagai Peace Keeper Unifil. Keberhasilan demi keberhasil telah diraih oleh pendahulu kalian. Citra dan nama baik Indonesia juga telah dibangun disana. Dengan kesiapan dan kemampuan yang kalian miliki, Komandan berharap kalian dapat mempertahanakan dan meningkatkasn prestasi serta keberhasilan tersebut selama kalian melaksanakan misi mulia ini,” tegas Dankormar.

Lebih lanjut, dikatakan, penugasan yang akan kalian laksanakan di Lebanon Selatan merupakan implementasi dari tugas pokok Korps Marinir khususnya operasi militer selain perang. Tugas pokok tersebut adalah menjaga dan memelihara perdam aian yang sudah tercipta di wilayah tersebut.

Pada kesempatan tersebut Damkormar menyampaikan beberapa penekanan untuk dipedomani dalam pelaksanaan penugasan internasional ini, yang pertama, tingkatkan terus keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kedua, jaga soliditas dan kekompakan antar anggota satuan tugas, agar keharmonisan dalam melaksanakan tugas dapat tercipta.

Ketiga, jaga nama baik Korps Marinir, TNI dan Bangsa Indonesia.

Keempat, pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI dan Mandat Dewan Keamanan PBB sebagai landasan pelaksanaan tugas, serta hindari segala bentuk kegiatan yang dapat menurunkan citra baik bangsa Indonesia.

Kelima, Jaga kesehatan selama melaksanakan tugas, utamakan faktor keselamatan dan Zero Accident, serta ikuti semua prosedur operasi yang berlaku di daerah penugasan.

Keenam, segera kenali lingkungan dan wilayah penugasan.

Ketujuh, Pahami dan hormati nilai-nilai serta budaya setempat.

Dan kedelapan, fokus kepada penugasan, apabila ada permasalahan keluarga, percayakan kepada panitia keluarga di setiap satuan yang akan membantu sepenuhnya dalam menyelesaikan setiap permasalahan. (R-01/Rel)