Jauhi Penyakitnya Bukan Orangnya

30 November 2015 - 18:58:45 | 2673 | KESEHATAN

 

DL/30112015/Bandar Lampung

----- Hari AIDS Sedunia, 1 Desember menjadi momentum untuk berperilaku sehat dengan menghindari setiap penyakit, terutama AIDS. Namun bukan menjauhi orangnya.

Ini berdasarkan Kepmenko Kesra RI No B.73/MENKO/KESRA/IV/2014 tanggal 24 April 2014 tentang penunjukan Kementerian Perhubungan RI sebagai Ketua Panitia Nasional Hari AIDS Sedunia Tahun 2015 yang ditindaklanjuti dengan Kepmenhub RI No. KP.458 th 2015 tentang Pembentukan Panitia Nasional Hari AIDS Sedunia dengan tema Perilaku Sehat.

Sejak pertama kali ditemukan tahun 1987 sampai September 2014 HIV-AIDS tersebar di 381 dari 498 (78 persen) Kabupaten/Kota se-Indonesia. Kasus pertama kali dilaporkan di Provinsi Bali dan di Provinsi Lampung sejak 2002. Saat ini laporan penderita HIV AIDS sudah dilaporkan di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung.

Tujuan penyelenggaraan peringatan HAS 2015 adalah mencegah dan mengurangi penularan HIV, meningkatkan kualitas hidup ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) serta mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat HIV-AIDS pada individu keluarga dan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, dr Hj Reihana, M.Kes yang juga Sekretaris KPA (Komisi Penanggulangan HIV AIDS) Provinsi Lampung mengungkapkan, bahwa Pemerintah Daerah Provinsi Lampung terus berupaya menyediakan dan menyebarluaskan informasi dan menciptakan suasana kondusif untuk mendukung upaya penanggulangan HIV AIDS, menyediakan dan meningkatkan mutu pelayanan perawatan, pengobatan dan dukungan pada ODHA yang terintegrasi dengan upaya pencegahan.

"Peran serta remaja, perempuan, keluarga dan masyarakat umum termasuk ODHA pelu ditingkatkan dalam upaya penanggulangan HIV AIDS." Katanya.

Laporan Kasus HIV yang masuk ke Dinkes Prov Lampung sejak tahun 2002 hingga 2015 (Oktober) adalah 10, 31, 21, 25, 23, 7, 13, 24, 72, 267, 328, 185, 251 dan 260 kasus.

Sedangkan kasus AIDS di periode yang sama adalah 1, 6, 17, 54, 34, 43, 30, 19, 37, 11, 137, 94, 71 dan 7 kasus. Penderita HIV AIDS berdasarkan kelompok usia umumnya didominasi oleh usia 25-49 tahun 79 persen, usai 20-24 tahun 10 persen.

Kurang dari 50 tahun 4 persen, lebih dari 4 th 4 persen, 5-14 th 2 persen dan 15-19th 1 persen. Proporsi Kasus Resiko Tertinggi terbanyak pada Pasangan Resiko Tinggi (31 persen), Pelanggan Pekerja Seks (23,5 persen), Wanita Pekerja Seks (17 persen), Lain lain (14 persen),  Pengguna Narkoba Suntik (12 persen), Laki-Laki Suka Laki-Laki (3,5 persen), Waria 2 persen.

Pemerintah Provinsi Lampung memiliki 2 strategi untuk mengendalikan penyakit HIV AIDS yaitu Program Kampanye ABAT (Aku Bangga Aku Tahu) suatu program kampanye dengan sasaran usia 14-25 tahun agar memiliki pengetahuan yang komprehensif sehingga bisa mencegah dirinya, keluarga, teman teman dan masyarakat pada umumnya terkena HIV AIDS, cegah stigma ODHA  serta berperan aktif membantu ODHA mengakses layanan kesehatan.

Kedua, program Pengendalian Penyakit berupa pemberian layanan KTS (Konseling Testing Sukarela) 51 buah, Klinik IMS (Infeksi Menular Seksual) 15 buah, Klinik PPIA (Pencegahan Penularan Ibu ke Anak) 4 buah, Klinik PDP (Perawatan Dukungan Pengobatan) 4 buah, PTRM (Program Terapi Rumatan Metadone) 1 buah, LASS (Layanan Alat Suntik Steril) 2 buah. (R-01/Rel/As)