Kapendam II: Tes Samapta, Jendralpun Ikut

28 November 2015 - 19:07:38 | 1917 | TNI POLRI MEMBANGUN

 

DL/28112015/Palembang

----- Jika sebelumnya para prajurit golongan Tamtama, Bintara dan Perwira Pertama (Pama) melaksanakan tes Samapta, kini giliran kelompok Perwira Menengah (Pamen) Kodam II/Swj mengikuti tes samapta atau tes kesegaran jasmani.

Tes Samapta untuk kelompok Pamen dilaksanakan di lapangan Jasdam II/Swj Km 9 Palembang, 25 s.d 27 November, dikoordinir Jasdam II/Swj dan diikuti oleh seluruh Pamen (pangkat Mayor, Letkol dan Kolonel) yang bertugas di wilayah Sumsel.

Tes Samapta yang merupakan bagian dari program  kerja Kodam II/Swj dan dilaksanakan 2  kali dalam setahun, dimaksudkan untuk mengukur hasil pembinaan fisik yang telah dilaksanakan dan tingkat kesegaran jasmani prajurit.

Materi tes Samapta kelompok Pamen, sama seperti kelompok prajurit yang lain, terdiri dari tes kesegaran jasmani A, berupa lari sejauh 3.200 meter dan dilanjutkan dengan tes kesegaran jamani B yang berupa Pull Up, Sit Up, Push Up dan Shutle Run.

Sebelum melaksanakan tes kesegaran jasmani, seluruh Pamen Kodam II/Swj juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan tensi oleh Tim kesehatan dari Kodam II/Swj. Bagi Pamen yang tensinya terlalu tinggi atau terlalu rendah (tidak normal) tidak diijinkan untuk mengikuti tes. Selanjutnya dilakukan cek denyut nadi dan senam pemanasan.

Selain tes kesegaran jasmani A dan B, juga dilaksanakan tes renang dasar militer bertempat di Kolam Renang Garuda, Palembang.
Sejumlah pejabat teras Kodam II/Swj, seperti para Asisten dan Kabalak Kodam II/Swj juga nampak ikut serta melaksanakan tes kesegaran jasmani.

Kapendam II/Swj Kolonel Arh Syaepul Mukti Ginanjar yang juga ikut serta melaksanakan tes Samapta menjelaskan bahwa Tes Samapta wajib bagi seluruh prajurit Kodam II/Swj untuk mengikutinya, termasuk kelompok Pamen. “Bahkan Jenderalpun ikut Samapta.” Katanya.

Sebagai alat pertahanan negara yang memiliki tugas sangat berat untuk menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah NKRI, maka prajurit dituntut memiliki fisik yang prima dan tubuh yang kuat. “Prajurit harus selalu dalam kondisi bugar, fit, sehat dan kuat, setiap saat harus siap bergerak dan ditugaskan, sehingga prajurit harus senantiasa membina jasmani dan menjaga kebugaran fisiknya”, ujar Kapendam. (R-01/Rel)