MKD DPR RI Fokus Masalah Etika Anggota

19 November 2015 - 20:14:46 | 378 | PARLEMENTARIA

 

DL/19112015/JAKARTA

----- Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI telah menerima rekaman percakapan anggota DPR RI berinisial SN dengan petinggu PT Freeport Indonesia. Inisial SN, yang di  duga adalah Ketua DPR RI, Setya Novanto.

Wakil Ketua MKD DPR RI, Junimart Girsang mengatakan, pihaknya akan memverifikasi terlebih dulu rekaman tersebut dengan transkrip yang sudah diberikan oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.

"Setelah diverifikasi, pihaknya akan membawa rekaman yang disimpan dalam USB (Universal Serial Bus) tersebut ke Bareskrim Mabes Polri untuk memeriksa orisinalitas suaranya. Hasil verifikasi akan kita rapatkan di tingkat pimpinan dan anggota forum," kata Junimart di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/11).

Politikus PDIP ini menjelaskan, Bareskrim Polri memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang IT yang bisa membuktikan rekaman yang diberikan asli atau bukan suara orang-orang yang dimaksud.

Dan, sekalipun akan menyerahkan rekaman tersebut ke Bareskrim Polri, pihaknya tetap fokus ke persoalan etika, bukan masuk ranah hukum.

"Ya, karena kan di sana ada SDM IT-nya. Kita enggak bicara ke sana (pelanggaran hukum), kita bicara dalam ranah kode etik. Etika dan integritas anggota DPR RI," tuturnya.

Lalu kapan MKD DPR RI menyerahkan rekaman tersebut ke Bareskrim Mabes Polri?

""Besok kita verifikasi dulu, kita akan cocokkan juga antara transkrip yang kita terima dengan rekaman," tukasnya.

SN sebelumnya dilaporkan Menteri ESDM Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) RI, terkait dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla terkait proses perpanjangan kontrak karya PT Freeport yang akan berakhir 2021. (R y a n)