Setya : DPR RI Tidak Ikut Campur

12 November 2015 - 17:03:52 | 324 | PARLEMENTARIA

 

DL/11112015/JAKARTA

---- Masalah perpanjangan kontrak PT. Freeport menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan, hingga ke lembaga parlemen.

Ketua DPR RI, Setya Novanto mengatakan bahwa lembaga politik yang dipimpinnya tidak ikut campur dalam soal perpanjangan kontrak PT. Freeport. "Kita nggak ikut campur," ujar Setya di Gedung DPR RI Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (11/11).

Dan, terkait dengan pernyataan Menteri ESDM, Sudirman Said, yang menyatakan ada politisi yang menjual nama Presiden, Joko Widodo dan Wakil Presiden, Jusuf Kalla kepada PT. Freeport mengenai perpanjangan kontrak. "Mesti tanya Menteri ESDM," tukasnya.

Jika, perpanjangan kontrak PT. Freeport telah disetujui, hendaknya beberapa kewajibannya harus dipenuhi, antara lain membayar pajak pada Negara dan membangun Smelter. "PT. Freeport ini punya kewajiban yang harus diselesaikan, yang tidak bisa dipungkiri kewajibannya selain membangun Smelter, tetapi juga harus memperhatikan masalah lainnya," tukasnya.

Setya menuturkan, hal Ini sangat berarti bagi kepentingan bangsa Indonesia dan juga pemasukan-pemasukan yang diberikan kepada Pemerintah, tentu ini menjadi perhatian. Politisi Partai Golkar ini menjelaskan bahwa Anggota DPR RI telah menjalankan fungsinya, yakni Pengawasan, Budgeting dan UU. (R y a n)