Hubungan RI-Italia Tingkatkan Nilai Perdagangan

09 November 2015 - 23:09:22 | 1809 | PARLEMENTARIA

 

DL/09112015/JAKARTA

------ Nilai perdagangan Indonesia dengan Italia pada tahun 2013 mencapai 3,82 miliar dollar AS. Dan, pada tahun 2014 meningkat menjadi sekitar 4 miliar dollar AS.

DPR RI akan mendukung kerjasama kedua negara, dan berharap hubungan perdagangan antara kedua negara meningkat.

“Kita mendukung kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Italia. Dukungan ini akan kita wujudkan terus. Kami berharap hubungan perdagangan kedua negara ke depan dapat terus ditingkatkan, begitu juga kerja sama di bidang-bidang lainnya, termasuk investasi,” ujar Ketua DPR RI, Setya Novanto saat menerima kunjungan Presiden Italia Sergio Mattarella,” di Gedung Nusantara III, Senin (9/11) petang.

Dalam kesempatan tersebut, Setya Novanto (Fraksi Partai Golkar) didampingi Wakil Ketua DPR RI masing-masing, Fadli Zon (Fraksi Partai Gerindra) dan Fahri Hamzah (Fraksi PKS), Ketua Komisi XI DPR RI, Fadel Muhammad (Fraksi Partai Golkar), Ketua BKSAP DPR RI, Nurhayati Ali Assegaf (Fraksi Partai Demokrat), Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Tantowi Yahya (Fraksi Partai Golkar), dan Anggota Komisi XI DPR RI, Mukhammad Misbakhun (Fraksi Partai Golkar), dan, Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

Setya menuturkan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Italia yang terjalin selama lebih dari 60 tahun sejauh ini telah berjalan dengan baik. Sejumlah perjanjian kerja sama juga telah disepakati oleh kedua negara sebagai landasan penguatan hubungan bilateral. Salah satunya, dengan dibentuknya Asosiasi Persahabatan dan Kerja Sama Indonesia – Italia pada tahun 2006, serta Forum Konsultasi Bilateral pada tahun 2009.

“Ini menunjukkan eratnya hubungan  bilateral kedua negara. DPR RI akan mendukung sepenuhnya berbagai upaya peningkatan kerja sama bilateral Indonesia – Italia, terlebih jika hal itu akan membawa kemajuan bagi kehidupan masyarakat kedua negara,” tukasnya.

Politikus Fraksi Partai Golkar itu menilai, banyak potensi kerja sama yang bisa dikembangkan oleh kedua negara. Potensi kerja sama tersebut tidak saja berkaitan dengan aspek ekonomi, perdagangan dan investasi, tetapi juga aspek sosial-budaya dan pariwisata.

“Kami berharap Italia juga dapat mengambil bagian dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, khususnya pembangunan infrastrukur untuk mendukung penguatan konektivitas maritim yang saat ini menjadi prioritas Pemerintahan Presiden Joko Widodo,” harapnya.

Setya Novanto juga mengutarakan bahwa Indonesia ingin belajar dari pengalaman Italia tentang manajemen keuangan khususnya asset recovery pengembalian dana luar negeri. 
Ia juga berharap Italia mendapatkan dukungan usulan bebas visa bagi Warga Negara Indonesia (WNI) untuk ke Eropa, via Schengen. Hubungan antar parlemen pun turut menjadi pembahasan.

Politikus asal Dapil NTT itu mengatakan, pihaknya siap bekerja sama dengan Parlemen Italia untuk memajukan hubungan bilateral kedua negara. Apalagi, “DPR RI kini memiliki peran diplomasi untuk mendukung politik luar negeri Pemerintah, termasuk untuk mendukung penguatan hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara sahabat,” kata Novanto, sambil menjelaskan bahwa saat ini DPR RI sedang menuju Parlemen Modern.

Sedangkan, Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menambahkan, banyak potensi yang bisa dikembangkan oleh kedua negara. Soal hubungan bilateral Parlemen, mendapat sambutan baik dari Presiden Italia.

"Karena hubungan parlemen menjadi salah satu cara untuk people to people contact,” kata politikus F-Gerindra itu.

Sementara, terkait dari sisi investasi, Fadli mengakui, Italia masih mengalami defisit, sehingga hubungan baik ini masih dapat ditingkatkan oleh kedua negara. “Pariwisata juga popular di kedua negara imbuhnya. (R y a n)