Hanya Butuh Rp.118 M Angkat Tenaga Honorer K2

09 November 2015 - 22:56:43 | 859 | BERITA DAERAH

 

DL/09112015/JAKARTA

---- Nasib para Tenaga Pendidik (Guru Honorer) yang masuk dalam Kategori Dua (K2), masih belum menentu.  Hal ini terkait dengan Pengesahan UU APBN tahun 2016 yang tidak mencantumkan Anggaran untuk Pengangkatan Guru Honorer K2.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Sulistyo mengatakan bahwa adanya kabar terancam batalnya Pengangkatan Guru Honorer K2, membuat para Guru Honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sudah dijanjikan Menteri PAN dan RB, Yuddy Chrisnandi, seperti tersambar petir.

"Saya sedang memastikan, apakah kabar pembatalan ini adalah Instruksi Presiden (Inpres), atau rumor dari pihak-pihak tertentu," katanya di Jakarta, Minggu (8/11).

Menurutnya, pengangkatan Guru Honorer bisa dilakukan bila prosesnya mulai dilaksanakan pada Januari 2016.  "Kami juga akan memutuskan apakah perlu melakukan demonstrasi lagi yang lebih besar untuk kembali mengingatkan Pemerintah," tukasnya.

Pada pertemuan 15 September 2015, Perwakilan PGRI, Guru Honorer dan Menteri PAN dan RB, Pemerintah siap mengangkat seluruh Tenaga Honorer K2 yang berjumlah 439.956 orang untuk menjadi PNS, secara bertahap dengan verifikasi.

"Selanjutnya, sesuai kesepakatan dengan Komisi II DPR RI, Kementerian PAN dan RB, telah melakukan rapat simultan dengan lintas instansi untuk membahas tindak lanjut penanganan Tenaga Honorer K2," tuturnya.

Sulistyo menjelaskan, bahwa Pemerintah hanya butuh anggaran sebesar Rp.118 Miliar untuk mengangkat Guru Honorer selama empat tahun, yakni, dalam periode 2016-2019. (R y a n)