Fadli Zon: Presiden Keliru Ambil Keputusan

30 Oktober 2015 - 14:12:29 | 324 | PARLEMENTARIA


DL/29102015/JAKARTA

----Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menolak rencana Presiden Joko Widodo bergabung dengan Trans Pacific Partnertship (TPP), saat orang nomor satu di Indonesia itu mengunjungi Amerika Serikat, awal pekan ini. Fadli menilai, hal ini hanya menjadi Indonesia sebagai pasar bagi negara-negara Anggota TPP 

“Menurut saya, TPP harus ditolak, karena tidak ada gunanya. Itu hanya akan menjadikan kita sebagai pasar bagi negara-negara anggota TPP. Saya kira,

Presiden Joko Widodo keliru mengambil keputusan itu,” kata Fadli, usai Diskusi Publik Setahun Joko Widodo - Jusuf Kalla, di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Rabu (28/10) lalu.

Politikus F Partai Gerindra itu mengaku, tidak paham dengan pemikiran Presiden, yang berniat bergabung dengan TPP. Pasalnya, tidak ada jaminan, apakah dapat menguntungkan perekonomian Indonesia, atau tidak.

“Kalau kita kuat ekspornya, kita boleh bergabung dengan TPP. Tapi, apa yang bisa kita ekspor ke negara-negara pasifik itu atau negara anggota itu? Indonesia hanya akan menjadi pasar, bukan pemasok barang-barang kita, ke pasar mereka. Jadi itu merugikan,” tuturnya.

Sebagaimana diberitakan oleh berbagai media, pada konfrensi pers bersama Presiden Obama di AS, Presiden Jokowi menuturkan niatnya untuk bergabung dengan TPP. Hingga saat ini sudah ada 12 negara-negara di Asia Pasifik yang tergabung, yaitu Amerika Serikat, Jepang, Brunei, Chile, New Zealand, Singapura, Australia, Kanada, Malaysia, Meksiko, Peru, dan Vietnam.

Sementara, syarat untuk bergabung dengan forum ini, diantaranya, pertama, penghapusan Daftar Negatif Investasi (DNI). Kedua, Trans Pacific Partnership juga mewajibkan anggotanya untuk menghapus segala fasilitas untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ketiga, persyaratan Trans Pacific Partnership untuk membuka proyek yang dibiayai oleh anggaran pemerintah untuk investor asing. (R y a n)