Serius, Lampura Tertinggi Gizi Buruk se Lampung

21 Oktober 2015 - 22:58:05 | 459 | KESEHATAN

 

DL/21102015/Kotabumi

-------- Kabupaten Lampung Utara dinyatakan paling tinggi angka penderita gizi buruk dari 14 kabupaten/kota yang ada di provinsi Lampung sepanjang tahun 2015. Kasus penderita gizi buruk di daerah ini mencapai 23 kasus. Demikian diungkapkan anggota Komisi IV DPRD Lampura, Triyono usai mangikuti rapat di kantor Dewan setempat, Selasa (20/10).

Dijelaskannya, penderita gizi buru pada balita mencapai angka yang cukup tinggi, dan ini merupakan preseden buruk bagi daerah Lampura. "Ini menunjukkan kinerja pemerintah melalui satuan kerjanya yang lemah. Ini juga berkaitan erat dengan kinerja Dinas Kesehatan yang tidak serius menangani kasus gizi buruk. Saya sangat prihatin," tegasnya.

Menurutnya dengan tingginya angka penderita gizi buruk, merupakan potret kemiskinan yang seharusnya sudah bisa ditanggulangi sejak lama. "Kita akan sampaikan masalah ini melalui pandangan umum fraksi pada sidang paripurna mendatang," serunya.

Triyono memastikan secepatnya akan membahas problema sosial ini, melalui  rapat internal komisi terlebih dahulu, hasilnya akan menjadi agenda kerja komisi bidang kesehatan dengan menyikapinya secara tegas agar pihak terkait tidak lalai dalam menangani permasalahan tersebut.

"Yang jelas kita akan rapat internal dulu untuk menentukan sikap komisi, bila perlu kita panggil dinas terkait," tegas dia.

Sebagai wakil rakyat, hal tersebut harus segera disikapi dengan memanggil Dinas Kesehatan dan pihak terkait lainnya guna membahas masalah itu secara khusus."Kami sikapi, akan segera dibahas secara langsung dengan dinas terkait guna mendengarkan langsung jawaban dari Dinas Kesehatan," ujar Politisi Hanura itu.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Lampura, Prasetyo Heri sebelumnya mengakui telah melakukan pendataan kebawah sebagai langkah deteksi dini jika ada warga yang terkena gizi buruk. "Kami sudah lama melakukan pendataan ke bawah, kepada penderita gizi buruk,"ujar Prasetyo.

Menurut Pras -- panggilan akrabnya -- dalam pendataan itu jika ditemukan balita yang terkena gizi buruk, maka akan dijemput oleh petugas kesehatan kemudian akan dilakukan perawatan di RSD Ryacudu Kotabumi.

Dari 23 kasus gizi buruk yang terdata hanya 2 orang yang murni terkena gizi buruk, sementara lainnya disebabkan adanya penyakit penyerta seperti TBC dan diare. "Semua pasien yang dirawat saat ini sudah dinyatakan sembuh." Ungkap Pras. (Zan)