Astagfirullah, Wahai Dermawan Ulurkan Tanganmu

02 Oktober 2015 - 04:19:34 | 970 | KESEHATAN

DL/02102015/Kotabumi

---- Di negeri ini, harga kesehatan itu sangat mahal bagi si miskin. Apapun itu namanya, BPJS, KIS atau apapun yang diperuntukkan bagi rakyat kecil, ternyata tidak sepenuhnya menjamin rakyat. Dan ini bukan hal baru di dunia kesehatan negeri ini.

Seperti yang dialami Tegar, bayi berusia 5 bulan, buah hati dari pasangan M. Nasir (41) dan Ela (37), warga Kelurahan Tanjung Senang, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara.

Putra bungsu dari 3 bersaudara ini menderita penyakit stenosis (kelainan usus yang terburai keluar)  yang dialaminya sejak lahir. 

Tegar hanya bisa pasrah dalam gendongan ibunya, dan terkadang harus menjerit menangis akibat menahan sakit, jika terjadi kontraksi pada ususnya yang berada di luar perut. "Kami hanya bisa merawatnya dengan membersihkan pakai air infus menggunakan tisu basah yang steril, lalu ditutup kain kassa agar tidak kena infeksi bakteri," ujar Ela didampingi suaminya, di rumahnya, Kamis (1/10).

Selain itu Ela menyatakan, dia dan suaminya telah berupaya mengobati sang buah hati mulai dari pembuatan kartu PBI dari BPJS hingga pengobatanpun sudah dilakukan mulai dari RS Handayani Kotabumi.

Bahkan sang balita itu sempat di rujuk ke RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung guna mendapatkan pelayanan pengobatan lebih lanjut.

Menurut Ela, Operasi pertama pemotongan usus yang terburai, dan semua pembiayaan menggunakan BPJS. Namun, pasca oprasi pertama, tidak semua obat ditanggung BPJS. "Tidak semua obat yang ditanggung, ada yang hanya ditanggung pada saat di rumah sakit saja, kalau sudah habis kita disuruh beli sendiri dan ada obat yang memang harus kita beli sendiri atas perintah dokter," tuturnya. 

Meski tidak semua bertindak seperti itu, namun dokter yang menangani Tegar ini dengan entengnya mengatakan tarif pengobatan tanpa disertai rasa iba kepada pasiennya. Dingin.

Ela menyatakan bahwa Tegar akan menjalani operasi lanjutan pada 16 Oktober mendatang untuk melakukan penyambungan dan memasukkan usus yang masih terputus dan terburai di luar. Namun untuk itu orang tua Tegar harus menyiapkan uang Rp4 juta, karena untuk hal ini diluar tanggungan BPJS. "Kata dokternya, kalau operasi biasa menggunakan BPJS, tetapi untuk selang operasi tidak ditanggung karena kemungkinan akan timbul kebocoran di dalam, karena usus Tegar cuma dijahit," keluhnya.

Demi kesembuhan sang buah hati, berbagai upaya sudah dilakukan untuk kelanjutan pengobatan, demi kesembuhan putra bungsunya.

"Termasuk lurah Tanjung Senang yang akan membantu kami, dengan mambuatkan proposal bantuan dana tidak mampu ke Pemerintah Daerah," ujarnya.

Namun, nahas mereka mendengar berita, mengalami kecelakaan beserta isteri. Sebelum proposal yang mereka harapkan sampai ke Pemda. "Kami cuma pasrah dan berdoa untuk kondisi anak kami sekarang, karena tinggal menunggu dana saja untuk  biaya operasi lanjutan," terangnya.

Untuk itu, Ela sangat berharap, adanya uluran tangan dari Pemerintah guna membantu biaya pengobatan Tegar. Agar, tidak mengalami kesakitan yang berkepanjangan dan terjadi hal yang tidak diinginkan karena belum dioperasi. "Kami hanya bisa pasrah dan berdoa, semoga Allah memberikan kekuatan dan keselamatan kepada anak kami," harap Ela.

Astagfirullah, wahai dermawan sejati, ulurkan tanganmu sekarang. Ada anak manusia yang memerlukannya. Semoga anak ini sesuai dengan namanya, Tegar. Dan orang tuanya juga tabah. (Zan)