Andi : Tak Ada Alasan Negara Tak Ada Anggaran

30 September 2015 - 01:21:55 | 2862 | PARLEMENTARIA

DL/29092015/Jakarta

--- Rapat Kerja Komisi II DPR RI dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Yuddy Chrisnandi mrnghasilkan keputusan untuk mengangkat 1.178 Tenaga Honorer Kategori (K I), dan 439.955 Tenaga Honorer Kategori (K II) secara bertahap menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), mulai tahun 2016 - 2019 mendatang.

Namun, KemenPAN-RB terlebih dahulu akan melakukan tahap verifikasi terhadap 440.000 Tenaga Honorer, siapa yang berhak dan bisa menjadi PNS. Dalam proses pengangkatan menjadi PNS, tidak dipungut biaya sepeserpun.

"KemenPAN-RB akan melakukan verifikasi dahulu karena ada 440.000 Tenaga Honorer untuk memastikan siapa yang berhak dan bisa menjadi PNS. Dalam pengangkatan PNS, tidak dipungut sepeserpun. Kalau ada kejanggalan laporkan saja," ujar MenPAN-RB, Yuddy Chrisnandi di Gedung DPR RI Jakarta, beberapa waktu lalu.

Adapun, tahapan pemenuhan pengangkatan Tenaga Honorer K I dan K II terlebih dahulu melihat "rod map" pengangkatan dari KemenPAN-RB yang akan disesuaikan dengan Keuangan Negara.

Dan, Komisi II bersama KemenPAN-RB sepakat untuk menyiapkan landasan hukum dalam penyelesaian masalah Tenaga Honorer K II.

"Pengangkatan Tenaga Honorer merupakan keniscayaan, karena Tenaga Honorer ini dalam jangka waktu tertentu telah memberikan pengabdiannya serta dedikasi kepada pekerjaannya, oleh karenanya harus dihargai dengan mengangkat yang bersangkutan sebagai PNS," kata Anggota Komite IV DPD RI, Senator Dr. H. Andi Surya kepada detiklampung.com, Selasa (29/9).

Tokoh Pendidikan Provinsi Lampung ini menilai, dengan alasan itu maka Negara tidak ada alasan untuk menyatakan tidak ada anggaran, karena sesungguhnya berapa pun besar biaya untuk mereka, Negara harus menanggung dengan mencari sumber-sumber pembiayaan yang layak melalui Kebijakan Fiskal Negara.

"Tentu jika dirancang dengan baik, maka anggaran untuk ini dapat disiapkan sesuai dengan aturan yang berlaku," tegasnya.

"Ini sekaligus memberi solusi atas permasalahan di Daerah dengan banyaknya demonstrasi Tenaga Honorer yang meminta diangkat menjadi PNS," imbuhnya. (R y a n)