Batik Siger Sukses di Pameran Turki

23 September 2015 - 12:02:05 | 3375 | SENI & BUDAYA

DL/23092015/Bandarlampung

---- Beberapa hari lalu, Laila Alhusna baru saja kembali dari Turki mengikuti pameran yang selenggarakan oleh  Pendik Belediyesi dan Ircica Turki selama 14 hari.

Bersama 111 seniman batik, seniman ukir dan beberapa seniman lain dari Timur Tengah yang terkenal sebagai penghasil karpet berkualitas dunia. Tidak kurang dari 40 negara mengikuti pameran ini dan memberikan warna yang kompleks dalam sebuah pamaeran seni di Asia.

Indonesia hanya mengirimkan dua wakil dan semuanya dari provinsi Lampung, yakni Aan Ibrahim dan Laila Alhusna. Seperti diketahui, Aan Ibrahim membawa produk Sulam Usus dan beberapa lainnya sementara Laila Alhusna membawa Batik Sigernya.

“Kami memang mendapatkan undangan rutin dari panitia yang akhir tahun ini menyelenggarakan lagi pameran di Turki. Saya dengan bang Aan memang  seolah menjadi wakil Indonesia dan ini kebanggan tersendiri bagi kami,” ujar Laila kepada detiklampung.com belum lama ini.

Batik Siger cukup dikenal terutama di Turki. Karena sudah beberapa kali menjadi peserta pameran di negeri ini. Sehingga wajar mendapatkan perhatian cukup dari media setempat.  Yang membuat agak bingung Laila adalah ketika sering didatangi wartawan baik media cetak maupun elektronik di Turki. “Saya kan gak ngerti bahasanya. Tapi beruntung, kami kan diberikan semacam laisen officer (LO) mahasiswa dari Indonesia, sehingga bisa mendampingi dan menterjemahkan kepada setiap media yang wawancara dengan kami. Jadi apa yang ingin kami sampai bisa sampai ke masyarakat Turki. Soalnya saya kan gak bisa bahasa Turki, kalau Inggris yang sedikit-sedikit bisa lah,” ujar Laila berseloroh.

Selain itu, kebiasaan pengunjung adalah ingin mencoba membatik, Dan memang Batik Siger sudah menyiapkan kain sebesar Saputangan untuk bisa menjadi media mencoba membatik dari para pengunjungnya.

“Memang kebiasaan orang Turki sering ingin mencoba hal yang baru. Terutama di stand kami, selalu ada saja yang ingin mencoba peralatan batik. Dan memang sudah kami siapkan, sehingga mereka melakukan praktek membatik sendiri. Ini seru,” katanya.

Dalam pameran itu ada 112 seniman dari berbagai Negara diantaranya Afghanistan, India, Turkmenistan, Afrika Selatan, Bosnia Herzegovina, Lebanon, Iran, Indonesia, Azerbaijan, Mesir, Kazaghstan, Palestina, Maroko, Yunani, Uzbekistan, Pakistan dan lain-lain termasuk ada lima senima pilihan dari Turki.

Dari berbagai pameran di luar Indonesia itu, Una, (panggilan akrab Laila Alhusna -red) berharap selain batik Indonesia dan kini Batik Lampung akan lebih dikenal di negeri-negeri lain. Beberapa rancangan  batik memang sudah diajukan untuk dipatenkan oleh Batik Siger, namun baru satu yang mendapatkan hak paten yakni Sembagi Kembang Kupi, yang baru-baru ini diberikan oleh Pemerintah Indonesia, melalui Meneteri Koperasi.

“Ya memang upaya untuk terus maju ada, seiring dengan proses sosialisasi di berbagai kesempatan pameran seperti ini. Kami terus berusaha menigkatkan kualitas dan kuantitas produksi kami.” Ujar Una.

Menurutnya pameran sangat penting untuk ajang sosialisasi. Karena bagi Batik Siger, tidak sekedar mengejar materi penjualan produk batiknya saja, melainkan untuk tujuan melestarikan dan mempromosikan batik Lampung ke seluruh pelosok dunia, agar lebih populer. Soal berapa yang akan diraih dalam setiap iven seperti itu bukan menjadi target utamanya. “Sukses itu kan banyak ukuran, seperti juga kepuasan.

Dalam pameran di Turki ini, beberapa produk kreasi Batik Siger seperti Syah Batik dan Tas cukup diminati para pengunjung. “Yach lumayanlah sekitar 75 jutaan. Tapi yang penting buat kami itu tadi memberikan edukasi dan sosialisasi bahwa Indonesia punya sesuatu yang patut dibanggakan. Lampung punya geliat dalam pelestarian budayanya, meski dari satu sektor yang kecil, yaitu batik,” katanya.   (R-01)