Proyek PMPM Metro Kibang Bermasalah

21 September 2013 - 16:12:48 | 9855 | BERITA DAERAH

DL/21092013/Metro Kibang.

Proyek Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) yang mencapai Rp.3 miliar di kecamatan Metro Kibang disinyalir bermasalah. Banyak proyek PNPM yang dikerjakan terkesan asal jadi.

Seperti di desa Purbosembodo, jalan sepanjang 1,2 km yang merupakan jalan utama di desa tersebut yang menghubungkan ke desa tetangga seperti desa Sumberagung Metro Kibang  dan desa Bandarejo kecamatan Natar Lampung Selatan pada tahun 2011 mendapat dana perbaikan untuk lapen hampir mencapai Rp700 juta.

Dan pada tahun ini 2013 jalan tersebut kembali mendapat kucuran dana PNPM untuk kualitas proyek yang sama yaitu kembali di Lapen.

Seperti yang diungkapkan salah satu warga Purbosembodo, yang enggan ditulis jatidirinya,  dalam pengerjaan proyek PNPM kali ini seharusnya ada peningkatan kualitas fisik, dari lapen ke laktaton, namun dari pihak TPK jalan tersebut kembali digarap dengan pengerjaan yang sama.

”Proyek yang dulu dalam pengerjaannya asal jadi, sehingga belum genap dua bulan jalan tersebut sudah hancur. Dan yang tidak kalah menariknya setiap ada proyek di desa Purbosembodo yang mengerjakan semuanya keluarga kepala desa, Pariman, “ ungkapnya.

Tidak hanya di desa Purbosembodo, di desa Margototo tepatnya di dusun VII pengerjaan jalan onderlag juga bermasalah, pihak TPK desa tersebut dalam pengerjaan proyek juga asal jadi sehingga membuat geram warga.

Akhirnya, tokoh masyarakat yang diwakili oleh Katirin meminta untuk membongkar jalan tersebut dan menata ulang.  Yang pasti pengerjaan proyek PNPM di kecamatan Metro Kibang asal-asalan sehingga mutu dan kualitas proyek sangat rendah.

Ternyata program PNPM juga sarat dengan korupsi, pasalnya salah satu TPK yang mohon untuk tidak ditulis namanya menyebutkan, begitu dana dapat dicairkan pihak kecamatan melalui fasilitator kecamatan (FK) yang dijabat oleh kasi PMD Jurajad, meminta sejumlah setoran yang katanya akan dibagi-bagi untuk beberapa intansi pemerintah.

Yang tidak kalah mencengangkan dana pemotongan tersebut kabarnya salah satunya juga disetor untuk organisasi wartawan. “Bener mas, begitu ada pencairan kami langsung diminta untuk setor uang, yang jumlahnya bervariasi, pertama Rp20 juta katanya untuk orang kejaksaan, yang kedua Rp 10 juta katanya untuk tim dari pemda Lampung Timur dan yang terahir Rp5 juta katanya untuk setor ke organisasi wartawan mas,” ungkapnya.

Dia juga menyebutkan pemotongan ini berlangsung sejak program PNPM pertama kali turun di kecamatan Metro Kibang, “ Ya itu lah mas, gimana kami mau kerja maksimal, dana yang disunat terlalu banyak belum lagi untuk ini dan itu. Apa yang saya katakan ini benar adanya mas tidak saya karang-karang coba kawan-kawan TPK yang lain disuruh jujur mas, tapi saya yakin mereka tidak akan berani mas, “ pungkasnya. (R-07)